Tuesday, December 4, 2012

PEMUDA SHOLEH DAN AHLI IBADAH ITU BERNAMA RABI’ BIN KHAITSAM

Rabi’ bin Khaitsam adalah seorang pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tidak mau mendekati tempat maksiat sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh tertunduk. Meskipun masih muda, kesungguhan Rabi’ dalam beribadah telah diakui oleh banyak ulama dan ditulis dalam banyak kitab. Imam Abdurrahman bin Ajlan meriwayatkan bahwa Rabi’ bin Khaitsam pernah shalat tahajjud dengan membaca surat Al Jatsiyah. Ketika sampai pada ayat keduapuluh satu, ia menangis. Ayat itu artinya , “Apakah orang-orang yang membuat kejahatan (dosa) itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka sama dengan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka. Amat buruklah apa yang mereka sangka itu!” Seluruh jiwa Rabi’ larut dalam penghayatan ayat itu. Kehidupan dan kematian orang berbuat maksiat dengan orang yang mengerjakan amal shaleh itu tidak sama! Rabi’ terus menangis sesenggukan dalam shalatnya. Ia mengulang-ngulang ayat itu sampai terbit fajar. Kesalehan Rabi’ sering dijadikan teladan. Ibu-ibu dan orang tua sering menjadikan Rabi’ sebagai profil pemuda alim yang harus dicontoh oleh anak- anak mereka. Memang selain ahli ibadah, Rabi’ juga ramah. Wajahnya tenang dan murah senyum kepada sesama. Namun tidak semua orang suka dengan Rabi’. Ada sekelompok orang ahli maksiat yang tidak suka dengan kezuhudan Rabi’. Sekelompok orang itu ingin menghancurkan Rabi’. Mereka ingin mempermalukan Rabi’ dalam lembah kenistaan. Mereka tidak menempuh jalur kekerasan, tapi dengan cara yang halus dan licik. Ada lagi sekelompok orang yang ingin menguji sampai sejauh mana ketangguhan iman Rabi’. Dua kelompok orang itu bersekutu. Mereka menyewa seorang wanita yang sangat cantik rupanya. Warna kulit dan bentuk tubuhnya mempesona. Mereka memerintahkan wanita itu untuk menggoda Rabi’ agar bisa jatuh dalam lembah kenistaan. Jika wanita cantik itu bisa menaklukkan Rabi’, maka ia akan mendapatkan upah yang sangat tinggi, sampai seribu dirham. Wanita itu begitu bersemangat dan yakin akan bisa membuat Rabi’ takluk pada pesona kecantikannya. Tatkala malam datang, rencana jahat itu benar-benar dilaksanakan. Wanita itu berdandan sesempurna mungkin. Bulu-bulu matanya dibuat sedemikian lentiknya. Bibirnya merah basah. Ia memilih pakaian sutera yang terindah dan memakai wewangian yang merangsang. Setelah dirasa siap, ia mendatangi rumah Rabi’ bin Khaitsam. Ia duduk di depan pintu rumah menunggu Rabi’ bin Khaitsam datang dari masjid. Suasana begitu sepi dan lenggang. Tak lama kemudian Rabi’ datang. Wanita itu sudah siap dengan tipu dayanya. Mula-mula ia menutupi wajahnya dan keindahan pakaiannya dengan kain hitam. Ia menyapa Rabi’, “Assalaamu’alaikum, apakah Anda punya setetes air penawar dahaga?” “Wa’alaikumussalam. Insya Allah ada. Tunggu sebentar.” Jawab Rabi’ tenang sambil membuka pintu rumahnya. Ia lalu bergegas ke belakang mengambil air. Sejurus kemudian ia telah kembali dengan membawa secangkir air dan memberikannya pada wanita bercadar hitam. “Bolehkah aku masuk dan duduk sebentar untuk minum. Aku tak terbiasa minum dengan berdiri.” Kata wanita itu sambil memegang cangkir. Rabi’ agak ragu, namun mempersilahkan juga setelah membuka jendela dan pintu lebar-lebar. Wanita itu lalu duduk dan minum. Usai minum wanita itu berdiri. Ia beranjak ke pintu dan menutup pintu. Sambil menyandarkan tubuhnya ke daun pintu ia membuka cadar dan kain hitam yang menutupi tubuhnya. Ia lalu merayu Rabi’ dengan kecantikannya. Rabi’ bin Khaitsam terkejut, namun itu tak berlangsung lama. Dengan tenang dan suara berwibawa ia berkata kepada wanita itu, “Wahai saudari, Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.” Allah yang Maha pemurah telah menciptakan dirimu dalam bentuk yang terbaik. Apakah setelah itu kau ingin Dia melemparkanmu ke tempat yang paling rendah dan hina, yaitu neraka?! “Saudariku, seandainya saat ini Allah menurunkan penyakit kusta padamu. Kulit dan tubuhmu penuh borok busuk. Kecantikanmu hilang. Orang-orang jijik melihatmu. Apakah kau juga masih berani bertingkah seperti ini ?! “Saudariku, seandainya saat ini malaikat maut datang menjemputmu, apakah kau sudah siap? Apakah kau rela pada dirimu sendiri menghadap Allah dengan keadaanmu seperti ini? Apa yang akan kau katakan kepada malakaikat munkar dan nakir di kubur? Apakah kau yakin kau bisa mempertanggungjawabkan apa yang kau lakukan saat ini pada Allah di padang mahsyar kelak?!” Suara Rabi’ yang mengalir di relung jiwa yang penuh cahaya iman itu menembus hati dan nurani wanita itu. Mendengar perkataan Rabi’ mukanya menjadi pucat pasi. Tubuhnya bergetar hebat. Air matanya meleleh. Ia langsung memakai kembali kain hitam dan cadarnya. Lalu keluar dari rumah Rabi’ dipenuhi rasa takut kepada Allah swt. Perkataan Rabi’ itu terus terngiang di telinganya dan menggedor dinding batinnya, sampai akhirnya jatuh pingsan di tengah jalan. Sejak itu ia bertobat dan berubah menjadi wanita ahli ibadah. Orang-orang yang hendak memfitnah dan mempermalukan Rabi’ kaget mendengar wanita itu bertobat. Mereka mengatakan, “Malaikat apa yang menemani Rabi’. Kita ingin menyeret Rabi’ berbuat maksiat dengan wanita cantik itu, ternyata justru Rabi’ yang membuat wanita itu bertobat!” Rasa takut kepada Allah yang tertancap dalam hati wanita itu sedemikian dahsyatnya. Berbulan-bulan ia terus beribadah dan mengiba ampunan dan belas kasih Allah swt. Ia tidak memikirkan apa-apa kecuali nasibnya di akhirat. Ia terus shalat, bertasbih, berzikir dan puasa. Hingga akhirnya wanita itu wafat dalam keadaan sujud menghadap kiblat. Tubuhnya kurus kering kerontang seperti batang korma terbakar di tengah padang pasir. Wallahu a’lam bishawab …

TENTANG PRESIDEN DR.MURSY

Wahai DR Muhammad Mursy Kamu diktator pertama yang melarang memenjarakan jurnalis … Meskipun ia menghinamu dengan hinaan yang menjijikkan Lalu ia menyebarkan penghinaan itu Kamu diktator pertama yang membiarkan Anakmu pergi ke Negara arab lain Seperti anak-anak mesir lainnya Sebab alasan mencari rezeki Kamu diktator pertama yang membiarkan Saudari kandungmu meninggal dunia Karena menderita sakit parah di rumah sakit umum Tanpa memberikan layanan pengobatan khusus Kamu diktator pertama yang dijelek- jelekka n Dicaci maki dan dihina-hina oleh Koran dan televisi Yang dibiayai oleh para kroni Husni Mubarak Tapi kamu tidak melarang dan mencegahnya Kamu diktator pertama yang tinggal di rumah kontrakan Dikawasan yang sederhana jauh dari pusat kota Dan menolak tinggal di istana Negara Kamu diktator pertama yang bersedia Bertemu mendengar dan berdialog Dengan para penentangmu Kamu diktator pertama yang melarang istrimu Tampil di televisi, Koran dan majalah Bahkan dalam berita sederhana Di sebuah siaran berita sekalipun Kamu diktator pertama yang melaporkan Jumlah harta kekayaanmu Sebelum menerima jabatan sebagai presiden Kamu diktator pertama yang menarik kembali Keputusanmu memindahkankan profesi jaksa agung Tanpa harus merasa rendah diri dan malu Kamu diktator pertama yang mengusahakan Undang-undang yang mengurangi wewenangmu Dan dibagi kepada Perdana Menteri Dan pimpinan parlemen Wahai presiden yang mulia Engkau telah membuat diktatorisme baru Selamat datang wahai presiden Kami berharap engkau tidak pelit Memberikan kami kediktatoranmu

ALIM ULAMA BERKATA TENTANG CINTA

Imam Ibnu Qayyim mengatakan, “Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri. Ar Rabi’ bin Anas rahimahullah Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. Salman al Farisi radhiyallahu ‘anhu Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. Malik bin Dinar rahimahullah Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu. Ibnu Qayyim rahimahullâh tentang cinta yang terpuji dalam kitab ad-Dâ’ wa ad-Dawâ’ (Penyakit dan Obat): “Cinta yang terpuji adalah cinta yang memberikan manfaat kepada orang yang merasakan cinta itu untuk kebahagiaan dunia dan akhiratnya. Cinta inilah yang menjadi asas kebahagiaan. Sedangkan cinta bencana adalah cinta yang membahayakan pelakunya di dunia maupun akhirat dan membawanya ke pintu kenistaan serta menjadikannya asas penderitaan dalam jiwanya.” Ibnu Qayyim rahimahullâh “Cinta membangkitkan jiwa dan menata prilaku. Mengungkapkannya adalah suatu kewajaran dan memendamnya menjadi beban.” Lalu, beliau berkata: “Mereka berucap: ‘Kita tidak memungkiri kerusakan cinta jika terbumbui oleh perbuatan tercela kepada sesama makhluk. Yang kita dambakan adalah cinta suci dari seorang laki-laki idaman yang selalu komitmen kepada agama, kehormatan, dan akhlak. Jangan sempat cinta itu menjadi jurang pemisah antara menusia dengan Khaliq-nya dan menyebabkan antara pecinta dengan yang dicintainya jatuh ke dalam perbuatan nista. “Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah.”

KEMATIAN YANG KALIAN BERUSAHA LARI DARINYA

Tsabit al-Bunani rahimahullah berkata, “Beruntunglah orang yang senantiasa mengingat waktu datangnya kematian. Tidaklah seorang hamba memperbanyak mengingat kematian kecuali akan tampak buahnya di dalam amal perbuatannya.” Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Sesungguhnya kematian yang kalian senantiasa berusaha lari darinya, maka dia pasti menemui kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan k epada Dzat yang mengetahui perkara gaib dan perkara yang tampak, lalu Allah akan memberitakan kepada kalian apa-apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Jumu’ah: 8) Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap jiwa pasti merasakan kematian.” (QS. Ali ‘Imran: 185) Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “[Allah] Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2) Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sembahlah Rabb-mu sampai datang kematian.” (QS’ al-Hijr: 99) Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali ‘Imran: 102) Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah dipersiapkan olehnya untuk hari esok…” (QS. Al-Hasyr: 18) Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Berbekallah kalian, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kalian kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.” (QS. Al- Baqarah: 198) Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, “Tidak ada waktu bagi seorang mukmin untuk bersantai-santai kecuali ketika dia sudah berjumpa dengan Allah.” Suatu ketika ada yang berkata kepada Hasan al-Bashri rahimahullah, “Wahai Abu Sa’id, apa yang harus kami perbuat? Kami berteman dengan orang- orang yang senantiasa menakut-nakuti kami sampai-sampai hati kami hendak melayang.” Maka beliau menjawab, “Demi Allah! Sesungguhnya jika kamu berteman dengan orang-orang yang senantiasa menakut-nakuti dirimu hingga mengantarkan dirimu kepada keamanan, maka itu lebih baik daripada kamu bergaul dengan teman- teman yang senantiasa menanamkan rasa aman hingga menyeretmu kepada situasi yang menakutkan.” Seorang penyair mengatakan: Wahai anak Adam, engkau terlahir dari ibumu seraya melempar tangisan Sedangkan orang-orang di sekelilingmu tertawa gembira Maka, beramallah untuk menyambut suatu hari tatkala mereka melempar tangisan Yaitu hari kematianmu, ketika itu engkaulah yang tertawa gembira Tsabit al-Bunani rahimahullah berkata, “Beruntunglah orang yang senantiasa mengingat waktu datangnya kematian. Tidaklah seorang hamba memperbanyak mengingat kematian kecuali akan tampak buahnya di dalam amal perbuatannya.” Syaikh Abdul Malik al-Qasim berkata, “Betapa seringnya, di sepanjang hari yang kita lalui kita membawa [jenazah] orang-orang yang kita cintai dan teman-teman menuju tempat tinggal tersebut [alam kubur]. Akan tetapi seolah-olah kematian itu tidak mengetuk kecuali pintu mereka, dan tidak menggoncangkan kecuali tempat tidur mereka. Adapun kita; seolah-olah kita tak terjamah sedikit pun olehnya!!” ‘Amar bin Yasir radhiyallahu’anhu berkata, “Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat dan pelajaran. Cukuplah keyakinan sebagai kekayaan. Dan cukuplah ibadah sebagai kegiatan yang menyibukkan.” al-Harits bin Idris berkata: Aku pernah berkata kepada Dawud ath-Tha’i, “Berikanlah nasehat untukku.” Maka dia menjawab, “Tentara kematian senantiasa menunggu kedatanganmu.” Abud Darda’ radhiyallahu’anhu berkata, “Barangsiapa yang banyak mengingat kematian niscaya akan menjadi sedikit kegembiraannya dan sedikit kedengkiannya.” Abud Darda’ radhiyallahu’anhu berkata, “Aku senang dengan kemiskinan, karena hal itu semakin membuatku merendah kepada Rabbku. Aku senang dengan kematian, karena kerinduanku kepada Rabbku. Dan aku menyukai sakit, karena hal itu akan menghapuskan dosa-dosaku.” Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Tidaklah aku melihat sebuah perkara yang meyakinkan yang lebih mirip dengan perkara yang meragukan daripada keyakinan manusia terhadap kematian sementara mereka lalai darinya. Dan tidaklah aku melihat sebuah kejujuran yang lebih mirip dengan kedustaan daripada ucapan mereka, ‘Kami mencari surga’ padahal mereka tidak mampu menggapainya dan tidak serius dalam mencarinya.” Salah seorang yang bijak menasehati saudaranya, “Wahai saudaraku, waspadalah engkau dari kematian di negeri [dunia] ini sebelum engkau berpindah ke suatu negeri yang engkau mengangan-angankan kematian akan tetapi engkau tidak akan menemukannya.” Ibnu Abdi Rabbihi berkata kepada Mak- hul, “Apakah engkau mencintai surga?” Mak-hul menjawab, “Siapa yang tidak cinta dengan surga.” Lalu Ibnu Abdi Rabbihi pun berkata, “Kalau begitu, cintailah kematian; karena engkau tidak akan bisa melihat surga kecuali setelah mengalami kematian.” Sumber: Aina Nahnu min Ha’ula’i, Jilid 1. Karya Abdul Malik al-Qasim

Wednesday, September 26, 2012

Apakah Said Aqil Siradj Ulama Penyesatyang Dikhawatirkan Nabi?

Oleh: Abu Misykah Tamam Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada sayyidil anam, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam , keluarga dan para sahabatnya. Keberadaan ulama su' (ulama buruk) sangat menghawatirkan keutuhan dien umat Islam. Melalui fatwa dan statemennya yang menyimpang dan penuh kedustaan akan menjauhkan umat dari kebenaran. Ia menipu umat dengan menyembunyikan kebenaran yang telah dibawa para rasul dan menampilkan kebenaran palsu menurut pesanan dan kepentingan. Sehingga pituduhnya adalah kesesatan. Siapa yang mengikutinya akan menemui kehancuran. Oleh sebab itu, wajarlah, jika Allah mengancam ulama yang demikian ini dengan laknat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, َّﻥِﺇ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﻥﻮُﻤُﺘْﻜَﻳ ﺎَﻣ ﺎَﻨْﻟَﺰْﻧَﺃ ِﺕﺎَﻨِّﻴَﺒْﻟﺍ َﻦِﻣ ﻯَﺪُﻬْﻟﺍَﻭ ْﻦِﻣ ِﺪْﻌَﺑ ﺎَﻣ ُﻩﺎَّﻨَّﻴَﺑ ِﺱﺎَّﻨﻠِﻟ ﻲِﻓ ِﺏﺎَﺘِﻜْﻟﺍ َﻚِﺌَﻟﻭُﺃ ُﻢُﻬُﻨَﻌْﻠَﻳ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻢُﻬُﻨَﻌْﻠَﻳَﻭ َﻥﻮُﻨِﻋﺎَّﻠﻟﺍ "Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati. " (QS. Al-Baqarah: 159) Berdasarkan ayat di atas, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berfatwa tentang status ulama su' ini, ﻰﺘﻣﻭ ﻙﺮﺗ ﻢﻟﺎﻌﻟﺍ ﺎﻣ ﻪﻤﻠﻋ ﻦﻣ ﺏﺎﺘﻛ ﻪﻠﻟﺍ ﺔﻨﺳﻭ ﻪﻟﻮﺳﺭ ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ ﻊﺒﺗﺍﻭ ﻢﻜﺣ ﻢﻛﺎﺤﻟﺍ ﻒﻟﺎﺨﻤﻟﺍ ﻢﻜﺤﻟ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻟﻮﺳﺭﻭ ﻥﺎﻛ ﺍﺪﺗﺮﻣ ﺍﺮﻓﺎﻛ ﻖﺤﺘﺴﻳ ﺔﺑﻮﻘﻌﻟﺍ ﻲﻓ ﺎﻴﻧﺪﻟﺍ ﺓﺮﺧﻵﺍﻭ "Kapan saja seorang alim (ulama) meninggalkan apa yang telah diketahuinya dari kitabullah dan sunnah Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam; dan mengikuti keputusan hakim yang menyimpang dari hukum Allah dan Rasul-Nya, sungguh saat itu ia telah murtad lagi kafir, wajib disiksa di dunia dan akhirat." Majmu' Fatawa: 35/372-373) Peringatan Nabi dari Ulama Penyesat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah meperingatkan umatnya akan bahaya mereka. Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda -setelah menyebutkan jangkauan kekuasaan umatnya-, ﺎَﻤَّﻧِﺇ ُﻑﺎَﺧَﺃ ﻰَﻠَﻋ ﻲِﺘَّﻣُﺃ َﺔَّﻤِﺋَﺄْﻟﺍ َﻦْﻴِّﻠِﻀُﻤْﻟﺍ "Sesungguhnya yang aku khawatirkan terhadap umatku tiada lain adalah para pemimpin yang menyesatkan. " (HR. al- Darimi dalam Shahihnya dari haidts Tsauban, Imam Abu Dawud al-Thayalisi dari hadits Abu Darda') Hadits di atas diungkap dengan huruf Innama , sebagai penjelasan kekhawatiran yang amat sangat dari beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam terhadap umatnya dari perilaku para pemimpin yang menyesatkan itu. Dan apa yang terjadi pada diri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tersebut tiada lain karena berita ghaib dari Allah Ta'ala kepadanya bahwa akan terjadi, seperti apa yang disebutkan dalam hadits sebelumnya, yaitu sabda beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam , "Sungguh, kamu akan mengikuti tradisi-tradisi orang sebelum kamu, . ." Al-Aimmah al-Mudhillin (pemimpin penyesat) mencakup penguasa perusak yang tidak menerapkan syariat Allah, ulama penyimpang dari kebenaran, dan ahli ibadah yang sesat (ngawur). Keberadaan mereka menggiring umat kepada kesesatan, menghancurkan agama mereka, dan menimbulkan kerusakan dalam kehidupan mereka. Karena umat (masyarakat) menjadi pengikut mereka. Karena itu jika ulama dan umara itu baik, maka masyarakat juga akan mengikuti kebaikan mereka. Ini merupakan realitas di tengah-tengah kehidupan manusia. Sebaliknya, jika ulamanya sesat, maka karena sebab kesesatannya itu masyarakat juga akan tersesat. . . . Al-Aimmah al-Mudhillin (pemimpin penyesat) mencakup penguasa perusak yang tidak menerapkan syariat Allah, ulama penyimpang dari kebenaran, dan ahli ibadah yang sesat (ngawur). . . Baru-baru ini para ulama dan habaib memberikan teguran keras kepada Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 karena menilainya telah meresahkan umat Islam lewat berbagai statement yang dilontarkannya. Dalam surat teguran dan peninjauan kembali yang ditandatangani 8 orang Ulama dan Habaib, - KH Maulana Kamal Yusuf, KH Abdur Rosyid Abdullah Syafi’i, Habib Abdurrohman Al-Habsyi, Habib Idrus Hasyim Alatas, KH Saifuddin Amsir, KH Fachrurrozy Ishaq, KH. M. Rusydi Ali dan KH Manarul Hidayat- disebutkan bahwa pernyataan-pernyataan Said Aqil Siradj kerap menyudutkan umat Islam bahkan merusak aqidah Islam. Tak main-main, seiring diselenggarakannya MUNAS dan KONBES Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, 15–17 September 2012 besok, para ulama tersebut mengirimkan surat teguran dan peninjauan kembali jabatan Said Aqil Siradj sebagai Ketua PBNU. Surat yang ditujukan kepada Rois Aam NU, KH. Sahal Mahfudz tersebut memuat beberapa statement Said Aqil yang provokatif dan kontroversial, diantaranya: Pertama, pasca kejadian bom Solo Aqil Siradj membandingkan situs yang mengajarkan nilai-nilai Islam yang dinilai radikal dengan situs porno. Dalam penilaiannya situs porno yang menampilkan gambar dan video porno atau cerita porno itu tidak berdosa untuk ditonton dan dilihat dan halal. Sedangkan situs Islam radikal lebih merusak iman ketimbang situs porno. (dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 27 September 2011) Kedua, ketika seluruh ulama dan Habaib menolak kehadiran dan konser Lady Gaga justru Aqil Siradj merestuinya dengan mengatakan seribu Lady Gaga pun tidak akan merusak aqidah warga NU, padahal penolakan konser Lady Gaga itu dalam rangka menegakkan amar ma'ruf nahi munkar Ketiga, Aqil Siradj pernah mengatakan di media televisi yang sama bahwa Rasulullah SAW sangat berambisi untuk menyebarkan Islam sehingga beliau ditegur oleh Allah SWT. Dan Aqil Siradj juga mengatakan tidak ada perang suci semua perang kotor, dengan pernyataan ini jelas dia telah menghina Rasulullah SAW bahkan menghina Allah SWT, karena banyak peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat seperti perang Badar, Uhud, Khandaq dan sebagainya itu atas dasar perintah Allah SWT dan dia juga telah mengina para pahlawan nasional yang gugur di dalam peperangan mengusir penjajahan seakan-akan mereka adala orang yang kotor, sementara Allah SWT sangat mencintai dan memuji para syuhada. . . . Aqil Siradj juga mengatakan tidak ada perang suci semua perang kotor, dengan pernyataan ini jelas dia telah menghina Rasulullah SAW bahkan menghina Allah SWT, . . Keempat, kali ini ketika para Ulama dan Habaib melarang keras umat Islam untuk memilih pemimpin orang kafir sesuai dengan Surat An Nisa ayat 144, Al-Maidah ayat 51 dan Ali-Imran ayat 28 jutru Aqil Siradj membolehkannya. Bahkan memerintahkan kepada para Nahdliyin untuk memilih gubernur yang berbuat baik kepada NU seperti gubernur Kalbar Cornelis yang beragama Katholik dan wakilnya keturunan Cina yang beragama Kristen. Demikian pernyataan di Kompas.com, Senin 13 Agustus 2012, Pukul 21.02 WIB. . . . surat teguran itu dilayangkan semata-mata untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin. Mereka khawatir jika sepak terjang dan pemikiran liberal Said Aqil Siradj dibiarkan, akan merusak citra NU dan kemurnian ajaran Islam. . . Para ulama tersebut menegaskan, surat teguran itu dilayangkan semata-mata untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin. Mereka khawatir jika sepak terjang dan pemikiran liberal Said Aqil Siradj dibiarkan, akan merusak citra NU dan kemurnian ajaran Islam. Umar bin Khathab Radhiyallahu 'Anhu pernah menjelaskan, ada tiga yang akan merobohkan Islam; yaitu penyimpangan ulama, debatnya munafik dengan Al-Qur'an, dan hukum para pemimpin penyesat." (Atsar Shahihi riwayat Ibnul Mubarak dalam al-Zuhud wa al-Raqaiq, al- Faryabi dalam Sifah al-Nifaq wa Dzam al- Munafikin, Ibnu Abdil Barr dalam Jami' Bayan al-'Ilmi wa Fadhlih, Al-Darimi dan selainnya. Dishahihkan al-Albani dalam al- Misyhkah) Semoga Allah menyelamatkan umat Islam Indonesia, khsusnya, dari keberadaan para pemimpin penyesat yang merusak dunia dan agama umat. Baik mereka yang dari kalangan pemimpin kekuasaan, ulama penyimpang, dan ahli ibadah yang ngawur. Wallahu Ta'ala a'lam. [PurWD/voa- islam.com]

Apakah Said Aqil Siradj Ulama Penyesatyang Dikhawatirkan Nabi?

Oleh: Abu Misykah Tamam Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada sayyidil anam, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam , keluarga dan para sahabatnya. Keberadaan ulama su' (ulama buruk) sangat menghawatirkan keutuhan dien umat Islam. Melalui fatwa dan statemennya yang menyimpang dan penuh kedustaan akan menjauhkan umat dari kebenaran. Ia menipu umat dengan menyembunyikan kebenaran yang telah dibawa para rasul dan menampilkan kebenaran palsu menurut pesanan dan kepentingan. Sehingga pituduhnya adalah kesesatan. Siapa yang mengikutinya akan menemui kehancuran. Oleh sebab itu, wajarlah, jika Allah mengancam ulama yang demikian ini dengan laknat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, َّﻥِﺇ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﻥﻮُﻤُﺘْﻜَﻳ ﺎَﻣ ﺎَﻨْﻟَﺰْﻧَﺃ ِﺕﺎَﻨِّﻴَﺒْﻟﺍ َﻦِﻣ ﻯَﺪُﻬْﻟﺍَﻭ ْﻦِﻣ ِﺪْﻌَﺑ ﺎَﻣ ُﻩﺎَّﻨَّﻴَﺑ ِﺱﺎَّﻨﻠِﻟ ﻲِﻓ ِﺏﺎَﺘِﻜْﻟﺍ َﻚِﺌَﻟﻭُﺃ ُﻢُﻬُﻨَﻌْﻠَﻳ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻢُﻬُﻨَﻌْﻠَﻳَﻭ َﻥﻮُﻨِﻋﺎَّﻠﻟﺍ "Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati. " (QS. Al-Baqarah: 159) Berdasarkan ayat di atas, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berfatwa tentang status ulama su' ini, ﻰﺘﻣﻭ ﻙﺮﺗ ﻢﻟﺎﻌﻟﺍ ﺎﻣ ﻪﻤﻠﻋ ﻦﻣ ﺏﺎﺘﻛ ﻪﻠﻟﺍ ﺔﻨﺳﻭ ﻪﻟﻮﺳﺭ ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ ﻊﺒﺗﺍﻭ ﻢﻜﺣ ﻢﻛﺎﺤﻟﺍ ﻒﻟﺎﺨﻤﻟﺍ ﻢﻜﺤﻟ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻟﻮﺳﺭﻭ ﻥﺎﻛ ﺍﺪﺗﺮﻣ ﺍﺮﻓﺎﻛ ﻖﺤﺘﺴﻳ ﺔﺑﻮﻘﻌﻟﺍ ﻲﻓ ﺎﻴﻧﺪﻟﺍ ﺓﺮﺧﻵﺍﻭ "Kapan saja seorang alim (ulama) meninggalkan apa yang telah diketahuinya dari kitabullah dan sunnah Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam; dan mengikuti keputusan hakim yang menyimpang dari hukum Allah dan Rasul-Nya, sungguh saat itu ia telah murtad lagi kafir, wajib disiksa di dunia dan akhirat." Majmu' Fatawa: 35/372-373) Peringatan Nabi dari Ulama Penyesat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah meperingatkan umatnya akan bahaya mereka. Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda -setelah menyebutkan jangkauan kekuasaan umatnya-, ﺎَﻤَّﻧِﺇ ُﻑﺎَﺧَﺃ ﻰَﻠَﻋ ﻲِﺘَّﻣُﺃ َﺔَّﻤِﺋَﺄْﻟﺍ َﻦْﻴِّﻠِﻀُﻤْﻟﺍ "Sesungguhnya yang aku khawatirkan terhadap umatku tiada lain adalah para pemimpin yang menyesatkan. " (HR. al- Darimi dalam Shahihnya dari haidts Tsauban, Imam Abu Dawud al-Thayalisi dari hadits Abu Darda') Hadits di atas diungkap dengan huruf Innama , sebagai penjelasan kekhawatiran yang amat sangat dari beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam terhadap umatnya dari perilaku para pemimpin yang menyesatkan itu. Dan apa yang terjadi pada diri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tersebut tiada lain karena berita ghaib dari Allah Ta'ala kepadanya bahwa akan terjadi, seperti apa yang disebutkan dalam hadits sebelumnya, yaitu sabda beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam , "Sungguh, kamu akan mengikuti tradisi-tradisi orang sebelum kamu, . ." Al-Aimmah al-Mudhillin (pemimpin penyesat) mencakup penguasa perusak yang tidak menerapkan syariat Allah, ulama penyimpang dari kebenaran, dan ahli ibadah yang sesat (ngawur). Keberadaan mereka menggiring umat kepada kesesatan, menghancurkan agama mereka, dan menimbulkan kerusakan dalam kehidupan mereka. Karena umat (masyarakat) menjadi pengikut mereka. Karena itu jika ulama dan umara itu baik, maka masyarakat juga akan mengikuti kebaikan mereka. Ini merupakan realitas di tengah-tengah kehidupan manusia. Sebaliknya, jika ulamanya sesat, maka karena sebab kesesatannya itu masyarakat juga akan tersesat. . . . Al-Aimmah al-Mudhillin (pemimpin penyesat) mencakup penguasa perusak yang tidak menerapkan syariat Allah, ulama penyimpang dari kebenaran, dan ahli ibadah yang sesat (ngawur). . . Baru-baru ini para ulama dan habaib memberikan teguran keras kepada Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 karena menilainya telah meresahkan umat Islam lewat berbagai statement yang dilontarkannya. Dalam surat teguran dan peninjauan kembali yang ditandatangani 8 orang Ulama dan Habaib, - KH Maulana Kamal Yusuf, KH Abdur Rosyid Abdullah Syafi’i, Habib Abdurrohman Al-Habsyi, Habib Idrus Hasyim Alatas, KH Saifuddin Amsir, KH Fachrurrozy Ishaq, KH. M. Rusydi Ali dan KH Manarul Hidayat- disebutkan bahwa pernyataan-pernyataan Said Aqil Siradj kerap menyudutkan umat Islam bahkan merusak aqidah Islam. Tak main-main, seiring diselenggarakannya MUNAS dan KONBES Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, 15–17 September 2012 besok, para ulama tersebut mengirimkan surat teguran dan peninjauan kembali jabatan Said Aqil Siradj sebagai Ketua PBNU. Surat yang ditujukan kepada Rois Aam NU, KH. Sahal Mahfudz tersebut memuat beberapa statement Said Aqil yang provokatif dan kontroversial, diantaranya: Pertama, pasca kejadian bom Solo Aqil Siradj membandingkan situs yang mengajarkan nilai-nilai Islam yang dinilai radikal dengan situs porno. Dalam penilaiannya situs porno yang menampilkan gambar dan video porno atau cerita porno itu tidak berdosa untuk ditonton dan dilihat dan halal. Sedangkan situs Islam radikal lebih merusak iman ketimbang situs porno. (dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 27 September 2011) Kedua, ketika seluruh ulama dan Habaib menolak kehadiran dan konser Lady Gaga justru Aqil Siradj merestuinya dengan mengatakan seribu Lady Gaga pun tidak akan merusak aqidah warga NU, padahal penolakan konser Lady Gaga itu dalam rangka menegakkan amar ma'ruf nahi munkar Ketiga, Aqil Siradj pernah mengatakan di media televisi yang sama bahwa Rasulullah SAW sangat berambisi untuk menyebarkan Islam sehingga beliau ditegur oleh Allah SWT. Dan Aqil Siradj juga mengatakan tidak ada perang suci semua perang kotor, dengan pernyataan ini jelas dia telah menghina Rasulullah SAW bahkan menghina Allah SWT, karena banyak peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat seperti perang Badar, Uhud, Khandaq dan sebagainya itu atas dasar perintah Allah SWT dan dia juga telah mengina para pahlawan nasional yang gugur di dalam peperangan mengusir penjajahan seakan-akan mereka adala orang yang kotor, sementara Allah SWT sangat mencintai dan memuji para syuhada. . . . Aqil Siradj juga mengatakan tidak ada perang suci semua perang kotor, dengan pernyataan ini jelas dia telah menghina Rasulullah SAW bahkan menghina Allah SWT, . . Keempat, kali ini ketika para Ulama dan Habaib melarang keras umat Islam untuk memilih pemimpin orang kafir sesuai dengan Surat An Nisa ayat 144, Al-Maidah ayat 51 dan Ali-Imran ayat 28 jutru Aqil Siradj membolehkannya. Bahkan memerintahkan kepada para Nahdliyin untuk memilih gubernur yang berbuat baik kepada NU seperti gubernur Kalbar Cornelis yang beragama Katholik dan wakilnya keturunan Cina yang beragama Kristen. Demikian pernyataan di Kompas.com, Senin 13 Agustus 2012, Pukul 21.02 WIB. . . . surat teguran itu dilayangkan semata-mata untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin. Mereka khawatir jika sepak terjang dan pemikiran liberal Said Aqil Siradj dibiarkan, akan merusak citra NU dan kemurnian ajaran Islam. . . Para ulama tersebut menegaskan, surat teguran itu dilayangkan semata-mata untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin. Mereka khawatir jika sepak terjang dan pemikiran liberal Said Aqil Siradj dibiarkan, akan merusak citra NU dan kemurnian ajaran Islam. Umar bin Khathab Radhiyallahu 'Anhu pernah menjelaskan, ada tiga yang akan merobohkan Islam; yaitu penyimpangan ulama, debatnya munafik dengan Al-Qur'an, dan hukum para pemimpin penyesat." (Atsar Shahihi riwayat Ibnul Mubarak dalam al-Zuhud wa al-Raqaiq, al- Faryabi dalam Sifah al-Nifaq wa Dzam al- Munafikin, Ibnu Abdil Barr dalam Jami' Bayan al-'Ilmi wa Fadhlih, Al-Darimi dan selainnya. Dishahihkan al-Albani dalam al- Misyhkah) Semoga Allah menyelamatkan umat Islam Indonesia, khsusnya, dari keberadaan para pemimpin penyesat yang merusak dunia dan agama umat. Baik mereka yang dari kalangan pemimpin kekuasaan, ulama penyimpang, dan ahli ibadah yang ngawur. Wallahu Ta'ala a'lam. [PurWD/voa- islam.com]