Minggu, 29 November 2009

hikmah

Hadis riwayat Abu
Hurairah ra., ia berkata:
“Rasulullah saw.
bersabda: Allah Taala
berfirman: Aku sesuai
dengan persangkaan
hamba-Ku terhadap-Ku
dan Aku selalu
bersamanya ketika dia
mengingat-Ku. Apabila dia
mengingat-Ku dalam
dirinya, maka Aku pun
akan mengingatnya
dalam diri-Ku. Apabila dia
mengingat-Ku dalam
suatu jamaah manusia,
maka Aku pun akan
mengingatnya dalam
suatu kumpulan makhluk
yang lebih baik dari
mereka. Apabila dia
mendekati-Ku sejengkal,
maka Aku akan
mendekatinya sehasta.
Apabila dia mendekati-Ku
sehasta, maka Aku akan
mendekatinya sedepa.
Dan apabila dia datang
kepada-Ku dengan
berjalan, maka Aku akan
datang kepadanya
dengan berlari.”
Sungguh indahnya hadist
tersebut !
Hadits itu membuka hati
kita yang kadang-kadang
terasa jauh dengan-Nya.
Mungkin karena kita
bergelimang dosa, malas
atau merasak tidak ada
kekuatan karena begitu
sibuk kita dengan
kehidupan sehari-hari
mengejar karir, ujian atau
uang. Kita lupa sehingga
hati terasa gersang, tidak
ada lagi keinginan untuk
mendekati-Nya.
Ucapan Rasulullah ini
menunjukkan betapa
indahnya kehidupan ini.
Tidak ada kata kata
terlambat dalam
mewujudkan indahnya
dalam mendekati Allah
SWT.
Allah itu dekat, dalam
surat Al Baqarah. Lebih
dekat dari urat leher.
Jika kita merasa jauh
karena kurang ilmu,
banyak kesalahan,
sedang marah, kesal,
dibebani berbagai
persoalan hidup, satu
desiran hati mendekati-
Nya akan dibalas dengan
pendekatan lebih cepat
Ilahi Rabbi.
Inilah sebuah aksioma
dalam kehidupan yang
tidak bisa diperoleh dari
manusia.
Zat Maha Agung ini akan
berlari mendekati kita
manakala kita berjalan
mendekatiNya. Satu
langkah kecil namun
karena yakin Allah Yang
Maha Pengasih akan
menyayangi hambanya
akan dibalas dengan
berlipat ganda.
Meski diri sedang malas
sekalipun kalau ada
desiran, ucapan bahkan
tindak tanduk kita, maka
segera Allah akan
merangkulkita dalam
Cinta-Nya.
Saat kita membaca artikel
ini, tanda bahwa kita
melangkah dekat kepada
Allah SWT.
Wallahu’alambishawab