Rabu, 02 Desember 2009

Kapan Kiamat itu?

Belakangan ini muncul film
Hollywood dengan judul
2012 yang mengisahkan
sebuah peristiwa besar
akan terjadi pada tahun
2012. Film 2012 sempat
menghebohkan dunia
karena menggambarkan
pada tahun 2012 akan
terjadi kiamat. Paling
tidak , itulah yang terjadi
dalam presepsi banyak
orang.
Tanpa melihat siapa
produser film tersebut
dan apa tujuan
menyebarkannya ke
seluruh dunia, sebagai
Muslimin yang memiliki
keyakinan dan
pandangan tersediri
tentang peristiwa kiamat,
maka kita perlu
menanggapi film tersebut
karena tiga hal : Pertama,
karena Film tersebut
dengan tegas
memberikan inspirasi dan
pemahaman bagi
masyarakat luas bahwa
kiamat akan terjadi pada
tahun 2012. Kedua, film
tersebut sama sekali
tidak mencerminkan
peristiwa kiamat yang
sebenarnya seperti yang
kita pahami dari Tuhan
Pencipta alam semesta,
yakni Allah Ta ’ala dan
Rasul-Nya Muhammad
Saw. Ketiga, disadari atau
tidak, film tersebut telah
berhasil menciptakan
opini dan pemahaman
yang sesat dalam
masyarakat Muslim
terkait dengan kiamat
yang secara nyata
bertentanagn dengan
iman dan pengetahuan
yang mereka terima dari
Allah dan Rasul Saw.
Kaum Muslimin
rahimakumullah…..
Kapan kiamat itu terjadi?
Sebuah pertanyaan
sederhana, namun
mustahil untuk dijawab
oleh manusia. Pertanyaan
ini pertama kali
dilontarkan oleh malaikat
Jibril kepada nabi
Muhammad Saw. saat
Beliau sedang duduk-
duduk bersama para
Sahabatnya di awal-awal
kerasulannya.
Pertanyaan itu adalah
pertanyaan yang
keempat setelah malaikat
Jibril menanyakan tiga
pertanyaan yang
fundamental lainnya,
yakni : 1. Apa iman itu? 2.
Apa Islam itu? 3. Apa Ihsan
itu. Pertanyaan Jibril yang
ke 4 adalah : Mata
Assa ’ah? (Kapan kiamat
itu terjadi)? Tiga
pertanyaan pertama
dijawab oleh Rsul Saw.
dengan baik sesuai yang
Beliau pelajari dari wahyu
Allah. Sedangkan
pertanyaan yang ke 4
Beliau mengatakan : Yang
ditanya bukanlah lebih
tahu dari yang menanya.
Lalu Rasul Saw.
meneruskan ucapannya :
Akan tetapi saya akan
ceritakan padamu
indikasi-indikasinya, yakni
bila budak telah
melahirkan tuannya,
maka yang demikian itu
adalah indikasinya. Bila
orang-orang yang
bertelanjang kaki dan
badan telah menjadi para
pemimpin atau panutan
manusia, maka yang
demikian itu adalah
indikasinya. Bila para
pengembala binatang
ternak berlomba-lomba
membangun bangunan
yang tinggi, maka yang
demikian itu juga adalah
indikasinya.
Ada lima perkara yang
tidak dapat diketahui
kecuali hanya oleh Allah.
Kemudian Rasul Saw.
membaca ayat :
“ Sesungguhnya Allah, di
sisi-Nyalah pengetahuan
tentang kiamat itu, Dia
menurunkan hujan, Dia
mengetahui apa saja
yang ada di dalam
kandungan, seseorang
tidak akan tahu dengan
pasti apa yang akan dia
lakukan esok hari,
seseorang tidak akan
tahu di belahan bumi
mana dia akan mati.
Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui dan Maha
Berpengalaman ”.(Q.S.
Luqman/31 : 34)
Dalam diskusi dengan
Rasul Saw. tersebut,
malaikat Jibril muncul
bagaikan seorang laki-
laki. Setelah berpaling dan
meninggalkan majlis Rasul
Saw. Nabi Muhammad
Saw. berkata: Datangkan
lagi kepada saya laki -laki
tu! Para sahabat mencoba
untuk mendatangkannya,
namun mereka tidak
melihat apapun. Maka
Rasul Saw. berkata : Dia
adalah malaikat Jibril,
datang untuk
mengajarkan kepada
manusia (dasar-dasar)
agama mereka”. (Hadits
Riwayat Imam Muslim
dalam Bab Al-Iman).
Kaum Muslimin
rahimakumullah….
Dahulu, orang-orang kafir
quraisy ingin mengetes
kebenaran kenabian Nabi
Muhammad Saw. dengan
menanyakan kapan
kiamat itu terjadi. Mereka
beranggapan, jika Nabi
Muhammad bisa
menjawabnya, maka
kenabian dan kerasulan
Muhammad mungkin
dapat diterima. Namun,
jika Nabi Muhammad tidak
bisa menjawabnya,
berarti Muhammad
bukanlah Nabi dan Rasul
Allah. Anehnya, kaum kafir
Quraiys itu tidak beriman
kepada hari kiamat.
Mereka bertanya hanya
sekedar mengetes
pengetahuan Nabi
Muhammad Saw. dan
ingin memperolok-olokan
Beliau.
Seperti yang Allah
jelaskan dalam ayat di
atas, mustahil Nabi
Muhammad mengetahui
kiamat dengan pasti,
karena pengetahuan
tentang kapan persisnya
kiamat itu terjadi hanya
murni milik Allah dan tidak
diberikan kepada
siapapun dari hamba-Nya,
kendati kepada Nabi
Muhammad Saw. Sebab
itu, Nabi Muhammad Saw.
tidak menjawab
pertanyaan orang-orang
kafir Quraisy tersebut
sampai Allah turunkan
firman-Nya :
َكَنوُلَأْسَي
ِنَع ِةَعاَّسلا
َناَّيَأ
اَهاَسْرُم ْلُق
اَمَّنِإ اَهُمْلِع
َدْنِع يِّبَر ال
اَهيِّلَجُي
اَهِتْقَوِل الِإ
َوُه ْتَلُقَث
يِف
ِتاَواَمَّسلا
ِضْرألاَو ال
ْمُكيِتْأَت الِإ
ًةَتْغَب
َكَنوُلَأْسَي
َكَّنَأَك
ٌّيِفَح اَهْنَع
ْلُق اَمَّنِإ
اَهُمْلِع َدْنِع
ِهَّللا
َّنِكَلَو
َرَثْكَأ ِساَّنلا
ال َنوُمَلْعَي
Mereka menanyakan
kepadamu tentang
kiamat: "Bilakah
terjadinya?" Katakanlah:
"Sesungguhnya
pengetahuan tentang
kiamat itu adalah pada
sisi Tuhanku; tidak
seorangpun yang dapat
menjelaskan waktu
kedatangannya selain Dia.
Kiamat itu amat berat
(huru haranya bagi
makhluk) yang di langit
dan di bumi. Kiamat itu
tidak akan datang
kepadamu melainkan
dengan tiba-tiba." Mereka
bertanya kepadamu
seakan-akan kamu
benar-benar
mengetahuinya.
Katakanlah:
"Sesungguhnya
pengetahuan tentang
hari kiamat itu adalah di
sisi Allah, tetapi
kebanyakan manusia
tidak mau tahu. ” (Q.S. Al-
A’raf/7 : 187)
Kaum Muslimin
rahimakumullah….
Di samping tidak ada
seorangpun yang
mengetahuai kapan
persisnya kiamat itu
terjadi, bawa peristiwa
kiamat itu amatlah
dahsyat, bukan seperti
yang digambarkan dalam
film 2012 itu? Kiamat itu
adalah kehancuran alam
semesta. Bukan hanya
kehancuran bumi? Apalagi
hanya sebagian bumi
saja? Akan tetapi
kehancuran alam dunia ini
dengan segala isinya
karena Allah akan
menggantinya dengan
alam lain bernama alam
akhirat, seperti yang Allah
firmankan :
َمْوَي
ُلَّدَبُت
ُضْرَأْلا َرْيَغ
ِضْرَأْلا
ُتاَوَمَّسلاَو
اوُزَرَبَو
ِهَّلِل
ِدِحاَوْلا
ِراَّهَقْلا
(Yaitu) pada hari (ketika)
bumi diganti dengan bumi
yang lain dan (demikian
pula) langit, dan meraka
semuanya (di padang
Mahsyar) berkumpul
menghadap ke hadirat
Allah yang Maha Esa lagi
Maha Perkasa. (Q.S.
Ibrahim / 14 : 48)
Kaum Musmin
rahimakumullah….
Kiamat Itu maha
dahsyat …. Kiamat itu
maha dahsyat…. Kiamat
itu sangat maha
dahsyat …Ketika kiamat
itu terjadi, mustahil orang
bisa berdialog sesama
mereka karena saking
dahsyatnya peristiwa
kiamat itu. Dalam Al-
Qur ’an puluhan ayat
yang menjelaskan situasi
dan kondisi kiamat itu.
Coba kita bayangkan
bumi, langit dan semua isi
keduanya Allah
hancurkan sehingga alam
semesta ini hancur dan
sirna. Tentulah sebuah
peristiwa yang maha
dahsyat dan sulit kita
bayangkan dengan
fikiran kita yang
sederhana ini. Saking
dahsnyatnya kiamat itu
bahwa wanita yang
sedang menyusui,
seketika anaknya
terlepas dari
dekapannya, wanita yang
hamil langsung keguguran
dan manusia panik,
berlarian ke sana dan
kemari seakan orang
yang sedang mabuk, tapi
bukan mabuk, melaikan
melihat azab Allah yang
amat dahsyat (Q.S. Al-
Haj/22 :1 -2)
Saking dahsyatnya
peristiwa kiamat
tersebut, maka
namanyapun beragam
sesuai dengan kondisi
yang terjadi. Paling tidak
ada Sembilan (9) nama
kiamat dalam Al-Qur ’an :
1. موي ةفزآلا (Yaumul
Aazifah) yang berarti hari
yang dekat. Maksudnya
ialah Kiamat itu sudah
dekat. Pada hari itu
orang-orang yang tidak
beriman pada Tuhan
Pencipta merasakan
jantung mereka seakan
berada pada
tenggorokan Q.S.Ghofir
(40) : 18
2. موي نباغتلا (Yaumu
At-Taghabun) yang
berarti hari tertipu. Pada
hari itu orang-orang yang
tidak beriman pada Tuhan
Pencipta merasakan
bahwa mereka tertipu
oleh kehidupan dunia dan
bebagai tipuan lainnya
ketika hidup di dunia Q.S.
At-Taghaabun (64) : 9
3. موي قالتلا (Yaum At-
Talaaq) yang berarti hari
pertemuan akbar di mana
pada hari itu semua umat
manusia bertemu dalam
suatu tempat raksasa
yang terbuka sehingga
tidak ada lagi yang bisa
bersembunyi Q.S.Ghofir
(40): 15
4. ةخاصلا (Ash-Shookh-
khoh) yang berarti hari
yang sangat hiruk pikuk /
kacaubalau. Pada hari itu
setiap orang menjauh
dari saudaranya, ibunya,
bapaknya, istri dan
anaknya karena sibuk
mengurusi diri sendiri Q.S.
‘ Abasa (80) : 33 – 37
5. ةعقاولا (Al-Waaqi’ah)
yang berarti hari kejadian
besar yang pasti terjadi
dan pada hari itu ada
golongan manusia yang
direndahkan, dihinakan
dan ada yang ditinggikan
dan dimuliakan Q.S. Al-
Waqi ’ah (56) : 1 – 3
6. ةماطلا ىربكلا (Ath-
Thommatul Kubra) yang
berarti hari mala petaka
yang pasti datang. Pada
hari itu manusia ingat
semua apa yang ia
lakukan semasa di dunia
Q.S.An-Nazi’at (79) : 34
7. ةعراقلا (al-qoori’ah)
yang berarti hari bahaya
besar. Pada hari itu
manusia berlarian
bagaikan kupu-kupu
(laron) bertebaran dan
gunung bagaikan debu
berterbangan Q.S. Al-
Qari ’ah (101) : 1 – 5
8. ةيشاغلا (Al-Ghosyiah)
yang berarti hari
menutupi. Pada hari itu
wajah-wajah manusia
yang tidak beriman
tertunduk / terkulai
karena sangat takutnya
pada api Neraka Q.S.Al-
Ghasyiyah (88) : 1 – 7)
9. ةقاحلا (Al-Haaqqoh) 1
yang berarti hari
kebenaran. Pada hari itu
terbukti kebeneran janji
baik dan janji buruk Allah
Q.S. Al-Haqqah (69) : 1 – 3
Kiamat yang dipahami
sebagai kehancuran total
alam semesta
merupakaian rangkaian
panjang dari pergantian
alam dunia ke alam
akhirat. Paling tidak ada
enam (6) peristiwa besar
yang terjadi yang terkait
dengan kiamat :
1. Kematian seluruh
makhluk (Q.S. Az-
Zumar/39 : 68)
2. Ba’ats (manusia
dibangkitkan dan
dihidupkan kembali) (Q.S.
Yasin/36 : 52 - 53 )
3. Kiamat (kehancuran alam
semesta) (Q.S.Al-Haqqah /
69 : 13 – 16)
4. Mahsyar (tempat
berhimpun semua
manusia) (Q. S.
Ibrahim /14 : 48 – 50)
5. Mizan dan hisab
(timbangan dan hitungan
yang sangat
sempurna) )Q.S. Al-
Anbiya ’/21 : 47)
6. Jaza’ (keputusan
balasan yang maha adil)
(Q.S. Yasin (36) : 54)
Kaum Muslimin
rahimakumullah…
Sebelum kematian
seluruh makhluk dan
kehancuran alam
semesta ini, Rasul Saw.
menjelaskan akan
didahului oleh berbagai
isyarat. Isyarat-isayarat
tersebut disebut dengan
kiamat kecil dan kiamat
besar.
Adapun kiamat kecil
terdapat sekitar 67
tanda. Ada yang sudah
muncul dan ada yang
belum muncul. Di antara
tanda-tanda tersebut
ialah : diutusnya Nabi
Muhammad Saw menjadi
Rasul, kematian Nabi Saw,
dikuasainya Baitul Maqdis
(Palestina) oleh umat
Islam, muncul berbagai
cobaan, harta yang
melimpah yang membuat
jurang pemisah kekayaan
dan kemiskinan semakin
lebar, lahirnya para
pendusta dan mengklaim
diri menjadi Nabi,
mengikuti gaya hidup
umat terdahulu, lahirnya
pengawal-pengawal
penguasa yang dengan
mudahnya menyiksa
manusia, hilangnya sifat
amanah dari dalam hati,
tersebarnya perbuatan
amoral, putusnya
hubungan tali
persaudaraan
(sekandung), buruknya
pergaulan antar
tetangga, tersebarnya
kebodohan, diangkatnya
ilmu, tersebarnya
perbuatan zina dan
minum khamar,
tersebarnya riba
(tambahan yang
dikenakan karena
pinjaman uang) dan tidak
memperdulikan
(menghindarkan)
makanan yang haram.
Tanda-tanda lain ialah
berbangga-bangga
membangun masjid,
berlomba-lomba
membangun bangunan
yang paling tinggi,
banyaknya kasus
pembunuhan, banyaknya
berita bohong (tanpa
dikonfirmasi),
berdampingannya pasar
dan tersebarnya
perdagangan, terasa
cepatnya perjalanan
waktu, para manula
berlagak muda, kekikiran
yang meluas, kehilangan
orang-orang shaleh,
banyaknya orang-orang
bodoh yang dipercaya
(tukang ramal, konsultan,
penasehat dan jubir
penguasa dll), gempa bumi
yang sering terjadi,
belajar ilmu dari anak-
anak, tidak mau
mengucapkan salam
kecuali pada yang dikenal,
munculnya wanita-
wanita yang berpakaian,
tetapi bertelanjang
(karena pakaian yang
dipakai bahannya
transparan atau model
yang ketat), benarnya
mimpi-mimpi orang-orang
Mu’min, tersebarnya
kebohongan dan
kesaksian palsu, bulan
terbelah dua, bulan terbit
lebih besar dari biasa,
wanita lebih banyak dari
pria, banyaknya kasus
kematian mendadak,
berhimpunnya orang-
orang baik di negri Syam
(Suriah, Palestina dan
Jordania).
Selain yang disebutkan di
atas, ada lagi tanda-
tanda lain, seperti
mengharapkan upah /
bayaran dari
mengajarkan Al-Qur ’an,
diduduki dan
dihancurkannya Ka’bah,
berlebihan dalam berdoa
dan bersuci (berwudhu
dan mandi hadats besar),
sedikitnya hujan turun
dan bumi menjadi tandus,
hujan lebat yang
menenggelamkan rumah
orang-orang miskin dan
orang-orang kaya,
dominasi orang jahat,
berebutnya bangsa-
bangsa lain terhadap
umat Islam (mungkin saja
seperti yang dikomandani
Amerika atau PBB hari ini,
Allahu a ’lam),
meninggalkan amar
ma ’ruf dan nahi munkar,
hewan dan benda-benda
padat berbicara,
mendambakan kematian
sebelum Kiamat,
berkurangnya air sungai
Eufrat (di Turki dan Irak)
sehingga muncul gunung
emas, lalu manusia
berperang untuk
meperebutkannya mati-
matian, keluarnya seoran
laki-laki dari suku
Qahthan yang menggiring
manusia dengan
tongkatnya, pasukan
yang hendak menyerang
Baitul Haram (Masjidil
Haram) ditelan bumi,
masuknya kata ISLAM
dalam semua rumah,
munculnya umat Islam
juga menunjukkan
dekatnya Kiamat,
kembalinya bumi negeri-
negeri Arab menjadi
subur dan dialiri sungai-
sungai, asingnya orang-
orang beriman,
ditaklukkannya
Konstantinopel (Istambul),
punahnya suku Quraisy,
dimatikannya semua
orang-orang Mu ’min
ketika Ya’juj dan
Ma’juj turun,
banyaknya hujan tapi
tumbuh-tunbuhan sedikit,
banyaknya jumlah
bangsa Romawi,
dibatalkannya
(ditinggalkannya) simbol-
simbol Islam, --- yang
pertama adalah hukum
dan yang terakhir adalh
shalat, --- penduduk kota
Madinah
meninggalkannya dan
munculnya Imam Mahdi.
Adapun Kiamat Besar,
yakni kehancuran alam
semesta didahului dengan
sepuluh tanda, yaitu,
munculnya Dajjal yang
banyak berbohong,
mencampuradukkan hak
dengan bathil, menutupi
kebathilan dengan hak
dan menutupi
kekufurannya dengan
tipu muslihatnya pada
manusia, serta
menyesatkan manusia
dari jalan Allah. Turunya
Isa Ibnu Maryam
‘ alaihissalam,
munculnya Yakjuj dan
Makjuj (dua suku/umat
keturunan Yafits bin
Nuh), lemahnya Islam
(termasuk diangkatnya
Al-Qur ’an, hilangnya
orang-orang shaleh,
dihancurkannya Ka ’bah
dan manusia kembali ke
masa Jahiliyah), manusia
banyak yang ditelan bumi
(termasuk berubahnya
wajah manusia menjadi
buruk seperti hewan),
hujan batu dan
tenggelamnya tiga
pasukan di sebelah timur,
Barat dan Jazirah Arabia,
munculnya asap yang
menutupi antara bumi dan
langit, keluar dari dalam
bumi sejenis binatang
melata yang bisa
berbicara, terbitnya
matahari dari Barat,
bertiupnya angin segar
yang menjadi sebab
kematian orang-orang
Mu ’min dan keluarnya
api yang menggiring
manusia ke arah Mahsyar,
yakni negeri Syam.
Kaum Muslimin
rahimakumullah….
Oleh sebab itu, peristiwa
kiamat yang sebenarnya
sangatlah dahsyat,
karena kehancuran alam
semesta dan
pengantiannya dengan
alam akhirat dan tidak
ada kalangan manusia
yang mengetahui kapan
terjadinya seperti yang
Allah jelasakan dalam Al-
Qur ’an dan Sunnah
Rasul Saw. Dengan
demikian, keimanan kita
pada akhirat diharapkan
semakin mendalam.
Bila kita mengetahui
informasi yang benar
tentang betapa
dahsyatnya peristiwa
kiamat itu dan waktu
terjadinya Allah
rahasiakan, maka
hikmahnya ialah,
menambah dan
menguatkan keiaman kita
pada hari akhirat secara
mendalam. Dengan
demikian, kita akan
mampu mengendalikan
dan memenej kehidupan
dunia yang hanya
sekejap ini dengan mudah
sesuai misi ibadah dan visi
khilafah yang telah Allah
tetapkan untuk kita.
Hidup di dunia yang tak
seberapa ini akan kita
fokuskan untuk
menyiapkan bekal iman
dan amal shaleh
sebanyak-banyaknya
demi menuju akhirat yang
kekal dan abadi. Hanya
dengan demikianlah kita
mampu meraih
kesuksesan dunia dan
akhirat yang tanpa batas.
Demikianlah khutbah
singkat ini semoga
bermanfaat bagi kita
dalam menjalankan
kehidupan dunia yang
sementara ini. Semogaa
Allah selalu membimbing
kita ke jalan-Nya yang
lurus, yaitu jalan para
nabi, shiddiqin, syuhadak
dan sholihin. Allahumma
amin …