Kamis, 17 Desember 2009

[oase] Lembar Jum'at: Bisikan Setan pada Penguasa

Archive update by: abufaiz97, 18 December 2009, 01:49:19 WIB
http://www.oaseqalbu.net/modules.php?name=News&file=article&sid=765

Lembar Jum'at: Bisikan Setan pada Penguasa

"Sesungguhnya setan itu berjalan menurut aliran darah anak Adam.
Sesungguhnya aku khawatir setan menyusupkan kejahatan ke dalam hati
kalian." (HR. Muslim)

Setan selalu menemukan jalan untuk membisikkan godaannya. Terlebih pada
penguasa. Ditiup-tiupkan keutamaan, bahwa mereka adalah pilihan Allah,
jika tidak mana mungkin Allah member takdir kemenangan dan kekuasaan.
Kerajaan dan singgasana tidak akan turun kecuali atas kehendak Allah.
Dan para penguasa mengira, semua amal kebaikan, semua keutamaan yang
pernah dilakukannya yang mengantar Allah menurunkan kemenangan.

Tapi sungguh, banyak peristiwa sejarah telah mengajarkan pada manusia,
bahwa tidak jarang Dia menurunkan kekuasaan kepada orang-orang yang
zalim agar dosa mereka terus menggunung dan bertambah. Agar mereka tak
menemukan jalan keluar dan tertimbun dengan banyak kesalahan yang mereka
sangka sebagai kebaikan.

Banyak sekali orang-orang zalim diberi kekuasaan, lalu mereka berbuat
zalim pada orang-orang shalih yang mengatakan dan berpihak kepada
kebenaran. Sehingga, tidak sedikit pun dari apa yang diberikan Allah
kepada mereka tidak berbuah kecuali keburukan.

"Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian
tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya
Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa
mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan." (Q.S Ali Imran: 179)

Malang benar jika ternyata Allah member tangguh dan member kekuasaan
kepada kita hanya untuk bertambah berat timbangan dosa dan bertambah
besar kesalahan yang kita lakukan. Kekuasaan adalah pemantik kecil dari
dosa-dosa besar yang akan dilakukan siapa pun yang tidak berpegang teguh
kepada tali Allah.

Iblis membisikkan kalimat panas di telinga para penguasa, bahwa tidak
mungkin mereka berkuasa tanpa pamor dan daya pikat yang lahir atas
kekaguman manusia. Maka setiap penguasa digelitik oleh kalimat-kalimat
yang tanpa sadar telah membuatnya takabur dan merasa mulia. Karena
ketinggian semu yang mereka rasakan, mereka enggan menuntut ilmu dan
belajar atas kebenaran.

Ibnul Jauzi dalam kitabnya Talbis Iblis mengatakan, "Penguasa-penguasa
seperti ini enggan duduk bersama ulama yang shalih. Mereka tak mau
mengamalkan pendapat ulama-ulama yang benar.Lalu mereka jauh dari agama."

Jika seorang penguasa mendekat dan duduk tak berjarak dengan para ulama
yang bekerja untuk dan hanya demi kebenaran, maka tabiat-tabiat
kebenaran akan menjadi milik penguasa. Tapi jika seoarang penguasa jauh
dari orang-orang yang menjaga kebenaran, dan sebagai gantinya mereka
justru akrab dengan kaum yang hanya pandai menjilat, maka kebenaran
hanya sebuah lipstick palsu yang berfungsi menutup kezaliman.

Maka dengan sendirinya, ketika mereka jauh dengan kebenaran, secara
otomatis mereka akan memusuhi kebenaran. Dan ketika kebenaran sudah
menjadi musuh, sungguh hanya Allah yang mampu menolong mereka keluar
dari kegelapan.

Pada para penguasa, iblis selalu mengulang-ulang bisikan ancaman
kekalahan, dan ketakutan pada lawan. Satu-satunya kekuatan yang mereka
punya justru bukan pada Allah yang Maha Mengetahui Segalanya, tapi takut
pada musuh dan kekalahan yang mengancam mereka. Mereka berbuat apa saja
demi menjaga kemenangan. Mereka mampu melakukan apa saja demi
mempertahankan kekuasaan agar tetap dalam genggaman.

Semakin menjadi ketakutan mereka pada kekalah, semakin besar kekuatan
iblis pada penguasa-penguasa yang zalim. Sehingga semakin tipis
ketakutan mereka pada kebenaran Allah yang mutlak dan absolute.
"Barangsiapa yang diangkat Allah menjadi waliyul amri dari sebagian
urusan orang-orang muslim, lalu dia tidak memenuhi kebutuhan, keperluan
dan kefakiran mereka, maka Allah azza wa jalla tidak akan memenuhi
kebutuhan, keperluan dan kefakirannya." (HR Abu Daud, Al Hakim dan
Tharbrani)

Jika Allah tidak memenuhi kebutuhan dan keperluan kita, serta tidak juga
menutupi kefakiran kita, lalu siapa yang akan menolong kita? Apakah
mereka mengira ada penolong selain Allah?

Penguasa-penguasa yang takutnya pada kekalahan melebihi takut mereka
pada Allah, pasti mereka akan mengangkat dan bekerja sama dengan
orang-orang yang kurang lebih sama derajatnya. Iblis membujuk mereka
mengikuti hasil pikiran dan rekayasa yang hanya berujung pada kezaliman
yang kian melimpah. Politik dan posisi menjadi pertimbangan utama setiap
tindakan yang mereka lakukan. Sebaliknya, hukum Allah dan syariat islam
menjadi barang jualan demi mencapai kepentingan.

Harta dan tahta adalah pintu masuk yang akan digunakan iblis untuk
menipu manusia. Disiapkannya berjuta perangkap, agar harta dan tahta
Nampak baik dan melahirkan kebaikan. Yang celah ditutupi dan terlihat
rapi. Yang rusak dimanipulasi agar nampak indah. Iblis mampu
melakukannya dengan pembenaran-pembenaran yang tidak pernah terpikirkan
oleh manusia.

Apa yang lebih berat dalam hidup ini jika ditimbang dengan pengkhianatan
kepada Allah SWT? Dan para penguasa itu dengan beribu-ribu pengkhianatan
mereka masih berani mengatakan berdiri dalam jalam kebenaran?

Setan telah membuat para penguasa berjanji. Lalu para penguasa
mengkhianati janji-janji yang diucapkannya sendiri. Iblis telah membuat
banyak penguasa dengan mudah memutar lidah. Tapi lihat nanti, ketika
tiba masa Allah memutar lidah mereka, apakah ada jawaban yang mampu
diberikan?

Malik bin Dinar pernah berkata : "Cukupkan disebut pengkhianat jika ia
melindungi pelaku pengkhianatan."

Apa hari ini yang tidak dilakukan orang-orang yang ingin berkuasa?
Mereka mengkhianati diri sendiri, mereka mengkhianati pengikut dan
rakyatnya, mereka bahkan mengkhianati Allah.

Allah memerintahkan kepada kita untuk berlindung pada-Nya dalam segala
aktivitas. Karena setan senantiasa mengincar tanpa lelahdan tanpa jeda.
Bahkan ketika kita membaca ayat-ayat suci sekalipun. "Apabila kamu
membaca al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari
setan yang terkutuk," (Q.S an-Nahl: 98)

Jika kita membaca ayat-ayat Allah yang berisi petunjuk bagi manusia
saja, kita diperintahkan untuk berlindung, apalagi jika kita dalam
kondisi memegang kekuasaan.

Ibnu Mas'ud ra mengatakan bahwa setan mempunyai langkah demi
keberhasilan agenda mereka. "Agenda setan adalah mengembalikan kejahatan
dan mendustakan kebenaran."

Ibnul Jauzi mengibaratkan hati tidak ubahnya seperti sebuah benteng.
Disekeliling benteng itu ada pagar-pagar yang sangat banyak. Dan setiap
pagar yang banyak memiliki pintu-pintu. Pintu dan pagar yang ada dalam
hati manusia memiliki penjaga yaitu akal dan para malaikat.

Benteng-benteng ini, dari waktu ke waktu selalu diserang oleh pasukan
musuh yang bernama setan dan nafsu.

Setan selalu berputar-putar mencari celah kelemahan, dan ketika
melihatnya mereka akan mengirimkan nafsu sebagai gempuran. Mereka tidak
pernah lelah, dan tak memerlukan waktu untuk istirahat.

Seorang ulama, Hassan al Basri pernah ditanya oleh muridnya. "Apakah
setan dan iblis juga tidur?"
"Seandainya mereka tidur, tentu kita bias beristirahat,"ujar Hassan al
Basri. Artinya, penjaga pintu dan pagar yang ada di dalam hati tidak
boleh lengah dan harus berilmu tinggi, agar mereka mengenali setiap
gerakan yang menggoda hati.

Strategi setan yang pertama dilancarkan adalah memperbanyak asap agar
pandangan penjaga hati kabur dan terselimuti. Dan jika pandangan hati
yang benar telah terselimuti kabut godaan setan, maka dengan mudah ia
akan ditaklukkan. Strategi berikutnya, ia akan belajar dari banyak
kejadian yang dialami ketika berinteraksi dengan manusia.

Iblis dan setan pernah berkata, "Ada kalanya aku bertemu manusia dan aku
ajarkan sesuatu pada mereka. Tapi ada kalanya juga aku bertemu manusia
dan aku belajar sesuatu dari mereka."

Mereka pintar, lebih pintar dari manusia. Karena itu ketika berhadapan
dengan orang-orang yang pintar, setan maju dengan membawa mahkota nafsu.
Lalu dia sibuk dengan kepintaran dan pikirannya, sehingga lalai dan
menjadi tawanan dari tujuan besar setan.

Tak banyak orang yang selamat dari serbuan setan, kecuali orang-orang
yang tunduk patuh pada perintah Allah dan mengikuti sunah Rasulullah.
Setiap mukmin harus memiliki baju besi dan tameng pelindung ini. Jika
tidak, mereka akan bertemu Allah dalam keadaan berkhianat atas
ketentuan-ketentuan besar yang telah ditetapkan.

Sumber : Sabili No.22 Th.XVI