Kamis, 13 Desember 2012

Akhirnya Baratpun Menyeru Tuk Meninggalkan Zina


Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman:
َﻻَﻭ ﺍﻮُﺑَﺮْﻘَﺗ ﺎَﻧِّﺰﻟﺍ ُﻪَّﻧِﺇ َﻥﺎَﻛ
َﺀﺎَﺳَﻭ ًﺔَﺸِﺣﺎَﻓ (32) ًﻼﻴِﺒَﺳ
”Dan janganlah kamu
mendekati zina.” (QS. Al-Isra’ :
32]
Dalam penelitian ilmiah akhir-
akhir ini, para ilmuwan
menyerukan kepada
masyarakat untuk menjauhkan
diri dari praktek perzinaan,
agar mendapatkan kehidupan
yang bahagia, tenang dan
terbebas dari penyakit.
Ketika kebangkitan ilmiah dan
pemikiran atheisme menguasai
(mengendalikan) perilaku
manusia, para ilmuwan
memberikan kebebasan penuh
kepada masyarakat untuk
melakukan kegiatan yang tidak
beradab (zina) dengan berbagai
macam jenisnya, dengan
anggapan bahwa hal itu adalah
perwujudan dari kebebasan
individu. Maka mulailah
manusia melakukan zina dan
perilaku seks menyimpang
dengan terang-terangan, dan
bersamaan dengan itu pula
mulai muncul dan tersebar
dengan pesat penyakit-penyakit
kelamin yang membinasakan.
Dan penyakit AIDS menguasai/
menyerang mereka yang
melakukan perbuatan keji ini
(zina/seks bebas). Dan para
ilmuwan pun tidak mampu
untuk menemukan obat yang
manjur untuk mengobati
penyakit ini. Maka menjadi
suatu keharusan bagi mereka
untuk memulai kampanye
penyadaran untuk menjelaskan
bahaya-bahaya zina dan
masalah-masalah yang
ditimbulkan olehnya dari sisi
kesehatan, kejiwaan dan sosial.
Di sana banyak terjadi masalah
keluarga yang menghancurkan
bahtera rumah tangga,
kerusakan tatanan
masyarakat, dan bahkan bisa
menyebabkan bunuh diri.
Kesemuanya itu disebabkan
zina.
Sekalipun sudah jutaan dollar
yang dikeluarkan untuk
menjauhkan manusia dari zina,
atau sekedar untuk
meminimalisir fenomena buruk
ini, hanya saja para imuwan
belum mendapatkan hasil yang
memuaskan. Dan akhirnya
mereka memutuskan untuk
memberlakukan kurikulum
pengetahuan dan pendidikan
seksual bagi para siswa di
sekolah menjelang usia baligh,
sebagai usaha dari mereka
(para ilmuwan) untuk
menimalisir fenoma berbahaya
ini.
Dan kurikulum pendidikan ini
diajarkan kepada para siswa di
Amerika dan Eropa.
Pemberlakuan kurikulum ini
sesuai dengan standar terbaru,
dan berdasarkan hasil
penelitian, kajian, dan ujicoba
ilmiah tersebut mereka pun
sampai pada suatu kesimpulan
yang mengatakan bahwa cara
terbaik untuk meminimalisir
(mengurangi) banyaknya
praktek perzinaan adalah
dengan menasehati para siswa
untuk menjauhi dari zina dan
melarang/mencegah mereka
dari melakukannya.
Departemen pendidikan di New
York menegaskan bahwa
program ini dimulai dengan
pendidikan tentang seks pada
tingkat pendidikan menengah,
dan bahwasanya program ini
menyediakan pengarahan-
pengarahan yang mendalam
dan menyampaikan kepada
para sisiwa program "Menahan
diri dari hubungan seks."
Penasihat Departemen
Pendidikan New York, Dennis
Walcott
mengatakan: ”Sesungguhnya
program "Menahan diri dari
hubungan seks" termasuk
bagian penting dari kurikulum
pendidikan seks secara
keseluruhan .. Tapi "Kita
memiliki tanggung jawab juga
untuk memastikan bahwa para
remaja yang memiliki keinginan
untuk melakukan hubungan
seks mengerti (paham), akan
konsekuensi (akibat) dari
tindakan mereka."
Selain program opsional,
Departemen Pendidikan di New
York juga memberlakukan
kewajiban pendidikan seks
kepada semua sekolah pada
musim semi tahun 2012.
Walikota New York Michael
Bloomberg mengatakan: "Kita
memiliki beban tanggung jawab,
jika prosentase kelahiran tinggi
dan tingkat penyakit menular
seksual juga tinggi, seperti apa
yang kami rasakan di kota,
maka anda harus mencoba
untuk melakukan
sesuatu .....Aib (celaan) akan
menimpa kita jika kita tidak
melakukan sesuatu (untuk
mengatasinya)."
Dan oleh sebab itu, kurikulum
pendidikan seksual di USA
berisi dua tema yang mendasar
(inti):
1. Mencegah diri sendiri dari
perbuatan zina dan
menggantinya dengan
menikah. Maksudnya para
ilmuwan tersebut menetapkan
kurikulum yang keras dan
tegas agar para siswa tidak
melakukan praktek perzinaan.
2. Memberikan wawasan
kepada para siswa tentang
keburukan zina, dan masalah-
masalah sosial yang
ditimbulkan olehnya, serta
penyakit-penyakit yang
menimpa siapa saja yang
menempuh jalan ini (zina).
Sekarang marilah kita
cermati, bagaimana al-Qur’an
menyikapi permasalahan ini?
Para ilmuwan –setelah
menyebarnya penyakit seks
menular- sampai kepada suatu
kesimpulan yang berisi
peringatan kepada manusia,
dan larangan kepada mereka
dari mendekati zina. Dan juga
pemberian wawasan kepada
masyarakat tentang keburukan
zina, dampaknya yang buruk,
dan akibat-akibat yang
mengerikan yang menimpa
orang-orang yang menempuh
jalan ini (zina).
Al-Qur’an telah
merangkumkan kepada kita
hasil-hasil kajian (penelitian)
ilmiah yang mereka (orang
Barat) baru mencapainya
setelah abad ke 21. Al-Qur’an
merangkumkannya kepada
kita hanya dengan satu ayat,
namun ia mencakup hasil
kajian mereka tersebut. Allah
Subhanahu wa Ta'ala
berfirman:
: َﻻَﻭ) ﺍﻮُﺑَﺮْﻘَﺗ ﺎَﻧِّﺰﻟﺍ ُﻪَّﻧِﺇ َﻥﺎَﻛ
َﺀﺎَﺳَﻭ ًﺔَﺸِﺣﺎَﻓ :ﺀﺍﺮﺳﻹﺍ] (ًﻼﻴِﺒَﺳ [32
”Dan janganlah kamu
mendekati zina! sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji. Dan suatu jalan yang
buruk.” (QS. Al-Isra’ : 32]
Ayat ini tersusun dari dua hal:
1. Melarang manusia dari
praktek perzinaan, dalam
firman-Nya:
َﻻَﻭ) (ﺎَﻧِّﺰﻟﺍ ﺍﻮُﺑَﺮْﻘَﺗ
”Janganlah kalian dekati zina”
Dan ini adalah slogan yang
diseruka oleh para ilmuwan
sekarang ini. Subhanallah
2. Memberikan wawasan
kepada manusia tentang
keburukan zina, dan akibat-
akibat berbahaya yang
ditimbulkan olehnya di dalam
firman Allah Subhanahu wa
Ta'ala:
ُﻪَّﻧِﺇ) َﻥﺎَﻛ َﺀﺎَﺳَﻭ ًﺔَﺸِﺣﺎَﻓ )ًﻼﻴِﺒَﺳ
“ Sesungguhnya zina itu adalah
suatu perbuatan yang keji. Dan
suatu jalan yang buruk.” (QS. Al
Israa’: 32).
Dan ternyata para ilmuwan
menetapkan bahwa seburuk-
buruk jalan yang mungkin
ditempuh manusia adalah jalan
zina dan perilaku
penyimpangan seksual,
dikarenakan akibat yang
ditimbulkan olenya berupa
penyakit yang mematikan,
kerusakan masyarakat, dan
kegoncangan-kegoncangan
kejiwaan.
Dan akhirnya kami
katakan:”Bukankah al-Qur’an
adalah sebuah kitab yang indah,
ketika mengantarkan kita
kepada hasil yang sama yang
telah dicapai oleh para ilmuwan
belakangan ini? Apakah tidak
sepantasnya bagi kita untuk
mengikuti al-Qur’an yang telah
meringankan kita dari jerih
payah penelitian dan proses
menunggu hasil peneltian dalam
jangka waktu yang lama. Dan ia
(al-Qur’an) telah memberikan
kepada kita pengajaran-
pengajaran yang jelas, sudah
teruji dan benar? Jadi kenapa
kita tidak mengikuti pengajaran
Islam, dan kenapa kita tidak
merasa yakin akan keakuratan
dan keselamatannya
(pengajaran Islam), dan
bahwasanya ia dapat
merealisasikan (mewujudkan)
kemaslahatan dan keselamatan
kita?” Allah Subhanahu wa
Ta'ala berfirman:
ْﻦَﻣَﻭ) ِﻎَﺘْﺒَﻳ َﺮْﻴَﻏ ِﻡﺎَﻠْﺳِﺈْﻟﺍ ﺎًﻨﻳِﺩ ْﻦَﻠَﻓ
َﻞَﺒْﻘُﻳ ُﻪْﻨِﻣ َﻮُﻫَﻭ ﻲِﻓ ِﺓَﺮِﺧَﺂْﻟﺍ َﻦِﻣ
ﻝﺁ] (َﻦﻳِﺮِﺳﺎَﺨْﻟﺍ :ﻥﺍﺮﻤﻋ [85
”Barangsiapa mencari agama
selain agama Islam, maka
sekali-kali tidaklah akan
diterima (agama itu) darinya,
dan dia diakhirat termasuk
orang-orang yang rugi.” (QS. Ali
‘Imraan: 85)
Wallahu A’lam
Sumber : www.kaheel7.com/ar,
www.alsofwah.or.id