Selasa, 11 Desember 2012

Mari Boykot Produk Yahudi

Tak bisa dimungkiri, negara-negara
muslim kini dibanjiri produk-produk
niaga dari perusahaan
multinasional yang dikuasai Yahudi.
Namun ada hal lebih besar yang
mesti diwaspadai. Yakni, “produk”
mereka yang bersentuhan dengan
syariat. Jangan sampai, misalnya,
kita berada di “garda terdepan”
dalam kampanye boikot produk
niaga Yahudi -yang masih perlu
dibahas tentang perlu atau
tidaknya-, namun justru menjadi
pengawal demokrasi, sistem politik
yang mewadahi beragam kaidah
rusak ala Yahudi.
Siapa Yang Tak Kenal Yahudi?!
Yahudi adalah kaum yang terkutuk,
karakternya pun amat buruk.
Curang, licik, angkuh dan zalim.
Dengan bermodalkan karakter yang
buruk ini, dilengkapi kelihaian
mengotak-atik otak, terbentuklah
mereka sebagai bangsa yang ‘usil’.
Dan inilah salah satu produk yahudi
yang lebih dahsyat akibatnya dari
produk produk makanan dan
minum.
1. Menjadikan kubur nabi atau
orang-orang shalih sebagai
masjid/tempat ibadah.
Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa
salam bersabda:
“Allah melaknat kaum Yahudi dan
Nasrani, mereka menjadikan kubur-
kubur para nabi mereka sebagai
masjid/tempat ibadah.” (HR.
Muslim, no. 530, dari Ummul
Mukminin ‘Aisyah
Radiyallahu’anha)
Al-Imam Asy-Syafi’i  berkata: “Aku
tidak menyukai (yakni
mengharamkan) sikap pengagungan
terhadap seseorang hingga
kuburnya dijadikan sebagai masjid/
tempat ibadah, karena khawatir
menjadi fitnah baginya dan bagi
orang-orang sepeninggalnya.” (Al-
Umm, 1/278)
2. Melecehkan para nabi dan
ulama
Allah subnahu wa ta’ala berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami telah
mendatangkan Al-Kitab (Taurat)
kepada Musa. Dan telah Kami
susulkan (berturut-turut) sesudah
itu rasul-rasul. Dan telah Kami
berikan bukti-bukti kebenaran
(mukjizat) kepada ‘Isa putra
Maryam dan Kami memperkuatnya
dengan Ruhul Qudus (Malaikat
Jibril). Apakah setiap kali datang
kepada kalian seorang Rasul
membawa sesuatu (ajaran) yang
tidak sesuai dengan keinginan
kalian, lalu kalian bersikap angkuh?
Maka beberapa orang (di antara
mereka) kalian dustakan dan
beberapa orang (yang lain) kalian
bunuh?! ” (Al-Baqarah: 87)
Sikap ini diwarisi oleh ahlul bid’ah,
sebagaimana yang dikatakan Al-
Imam Ismail bin Abdurrahman
Ash-Shabuni : “Tanda dan ciri
utama ahlul bid’ah adalah
permusuhan, penghinaan, dan
pelecehan yang luar biasa terhadap
para pembawa hadits Nabi n
(yakni para ulama).” (‘Aqidatus
Salaf Ash-habil Hadits, hal.116)3
3. Dengki terhadap orang-orang
yang beriman
Allah subnahu wa ta’ala berfirman:
“ Sebagian besar Ahli Kitab
menginginkan agar mereka dapat
mengembalikan kalian kepada
kekafiran setelah kalian beriman,
karena dengki yang (timbul) dari
diri mereka sendiri, setelah nyata
kebenaran bagi mereka.” (Al-
Baqarah: 109)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
berkata: “Dalam ayat ini Allah
mencela orang-orang Yahudi,
karena kedengkian mereka
terhadap kaum mukminin yang
berada di atas petunjuk dan ilmu
(yang benar). Penyakit ini pun
menimpa kalangan orang berilmu
dan yang lainnya. Yaitu dengan
mendengki orang-orang yang Allah
beri petunjuk, baik berupa ilmu
yang bermanfaat atau pun amal
shalih. Ini merupakan akhlak yang
tercela dan akhlak orang-orang
yang dimurkai Allah .” (Iqtidha`
Ash-Shirathil Mustaqim, 1/83)
4. Kikir ilmu dan harta
Allah subnahu wa ta’ala berfirman:
“ Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang
sombong dan membangga-
banggakan diri. (Yaitu) orang-orang
yang kikir dan menyuruh orang lain
untuk berbuat kikir, serta
menyembunyikan karunia Allah
yang telah diberikan-Nya kepada
mereka.” (An-Nisa`: 36-37)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
berkata: “Dalam ayat ini Allah
menyifati orang-orang Yahudi
dengan sifat kikir; yakni kikir ilmu
dan harta. Walaupun sebenarnya
konteks ayat ini lebih mengarah
kepada kekikiran mereka dalam hal
ilmu…”
Di tempat yang lain beliau berkata:
“Allah menyifati orang-orang yang
mendapat murka ini (Yahudi),
bahwa mereka (mempunyai
kebiasaan) menyembunyi-kan ilmu.
Terkadang karena kikir untuk
menyampaikannya, terkadang
karena tendensi dunia, dan
terkadang pula karena rasa
khawatir kalau ilmu yang
disampaikan itu akan menjadi
hujjah atas mereka
(bumerang).” (Lihat Iqtidha` Ash-
Shirathil Mustaqim, 1/83-84)
5. Tidak mau mengikuti
kebenaran kalau bukan dari
kelompoknya, dalam kondisi
mengetahui bahwa itu adalah
kebenaran
Allah Subhanallahu Wa Ta’ala
berfirman:
“ Dan apabila dikatakan kepada
mereka: ‘Berimanlah kepada Al-
Qur`an yang diturunkan Allah’,
mereka berkata: ‘Kami hanya
beriman kepada apa yang
diturunkan kepada kami’. Dan
mereka kafir kepada Al-Qur`an
yang diturunkan sesudahnya
padahal Al-Qur`an itu adalah
(kitab) yang haq; yang
membenarkan apa yang ada pada
mereka.” (Al-Baqarah: 91)
Allah Subhanallahu Wa Ta’ala
sebutkan ayat di atas setelah
firman-Nya:
“ Padahal sebelumnya mereka
senantiasa memohon (kedatangan
nabi) untuk mendapat kemenangan
atas orang-orang kafir, maka
setelah datang kepada mereka apa
yang telah mereka ketahui, mereka
lalu ingkar kepadanya. Maka laknat
Allah-lah atas orang-orang yang
ingkar itu .” (Al-Baqarah: 89)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
berkata: “Dalam ayat ini, Allah
menyifati orang-orang Yahudi
bahwa mereka adalah orang-orang
yang mengetahui kebenaran.
Namun manakala yang
menyampaikannya bukan dari
kelompok mereka, maka tidak
diikutinya. Mereka tidak mau
menerima kebenaran kecuali yang
datang dari kelompoknya semata,
padahal mereka yakin bahwa hal
itu semestinya harus
diikuti.” (Iqtidha` Ash-Shirathil
Mustaqim, 1/86)
6. Mengubah-ubah perkataan
(kebenaran) dari tempat yang
sebenarnya
Allah Subhanallahu Wa Ta’ala
berfirman:
“ Yaitu orang-orang Yahudi, mereka
mengubah perkataan (kebenaran)
dari tempat-tempatnya .” (An-
Nisa`: 46)
Di antara contoh perbuatan kaum
Yahudi ini adalah apa yang Allah
sebutkan pada lanjutan ayat di
atas:
“ Mereka berkata: ‘Kami
mendengar, tetapi kami tidak mau
menurutinya.’ Dan (mereka
mengatakan pula): ‘Dengarlah’
sedangkan kamu sebenarnya tidak
mendengar apa-apa. Dan (mereka
mengatakan pula): ‘Rai’na’ dengan
memutar-mutar lidahnya dan
mencela agama. Sekiranya mereka
mengatakan: ‘Kami mendengar dan
patuh, dan dengarlah, dan
perhatikanlah kami’, tentulah itu
lebih baik bagi mereka dan lebih
tepat, akan tetapi Allah mengutuk
mereka, karena kekafiran mereka.
Mereka tidak beriman kecuali iman
yang sangat tipis.” (An-Nisa`: 46)4
Demikianlah beberapa produk
Yahudi yang harus dijauhi dan
diboikot. Semoga Allah menjaga
kaum muslimin dari semua makar-
makar Yahudi.
Sumber : http://asysyariah.com