Kamis, 13 Desember 2012

Keutamaan Hari Jumat

Ada beberapa hadis yang
menyebutkan keutamaan hari
Jumat. Di antaranya:
Hari Jumat merupakan hari
raya tiap pekan
1. Dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu , bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
َﺮِﺷﺎَﻌَﻣ َّﻥِﺇ ،َﻦﻴِﻤِﻠْﺴُﻤْﻟﺍ ﺍَﺬَﻫ ٌﻡْﻮَﻳ ُﻪَﻠَﻌَﺟ
ُﻪَّﻠﻟﺍ ،ﺍًﺪﻴِﻋ ْﻢُﻜَﻟ ،ﺍﻮُﻠِﺴَﺘْﻏﺎَﻓ
ِﻙﺍَﻮِّﺴﻟﺎِﺑ ْﻢُﻜْﻴَﻠَﻋَﻭ
“Wahai kaum muslimin,
sesungguhnya saat ini adalah
hari yang dijadikan oleh Allah
sebagai hari raya untuk kalian.
Karena itu, mandilah dan kalian
harus menggosok gigi.” (H.r.
Tabrani dalam Mu’jam Ash-
Shaghir , dan dinilai sahih oleh
Al-Albani)
2. Dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu , bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
َّﻥِﺇ ﺔَﻌْﻤُﺠْﻟﺍ َﻡْﻮَﻳ ُﻡْﻮَﻳ ٍﺪﻴِﻋ ، ﺎَﻠَﻓ
ﺍﻮُﻠَﻌْﺠَﺗ ﻡْﻮَﻳ ْﻢُﻛﺪﻴِﻋ ﻡْﻮَﻳ , ْﻢُﻜﻣﺎَﻴِﺻ
ﺎَّﻟِﺇ ﺍﻮُﻣﻮُﺼَﺗ ْﻥَﺃ ْﻭَﺃ ﻪﻠْﺒَﻗ ﻩﺪْﻌَﺑ
“Sesungguhnya, hari Jumat
adalah hari raya. Karena itu,
janganlah kalian jadikan hari
raya kalian ini sebagai hari
untuk berpuasa, kecuali jika
kalian berpuasa sebelum atau
sesudah hari Jumat .” (H.r.
Ahmad dan Hakim; dinilai
sahih oleh Syu’aib Al-Arnauth)
Hari Jumat merupakan
“yaumul mazid” (hari
tambahan) bagi penduduk
surga
Dari Anas bin Malik radhiallahu
‘anhu ; bahwa Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻲﻧﺎﺗﺃ ﻞﻳﺮﺒﺟ ﻲﻓﻭ ﺓﺁﺮﻤﻟﺎﻛ ﻩﺪﻳ
ﺀﺎﻀﻴﺒﻟﺍ ﺀﺍﺩﻮﺴﻟﺍ ﺔﺘﻜﻨﻟﺎﻛ ﺎﻬﻴﻓ
ﺎﻳ ﺖﻠﻘﻓ ﻞﻳﺮﺒﺟ ﺎﻣ ﻩﺬﻫ ﻝﺎﻗ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ
ﻝﺎﻗ ﺖﻠﻗ ﺎﻣﻭ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻝﺎﻗ ﻢﻜﻟ ﺎﻬﻴﻓ
ﺮﻴﺧ ﻝﺎﻗ ﺖﻠﻗ ﺎﻣﻭ ﺎﻨﻟ ﺎﻬﻴﻓ ﻝﺎﻗ
ﻥﻮﻜﻳ ﻚﻟ ﺍﺪﻴﻋ ﻦﻣ ﻚﻣﻮﻘﻟﻭ ﻙﺪﻌﺑ
ﻥﻮﻜﻳﻭ ﺩﻮﻬﻴﻟﺍ ﻯﺭﺎﺼﻨﻟﺍﻭ ﻚﻟ ﺎﻌﺒﺗ
ﻝﺎﻗ ﺖﻠﻗ ﺎﻣﻭ ﺎﻨﻟ ﺎﻬﻴﻓ ﻝﺎﻗ ﻢﻜﻟ
ﺎﻬﻴﻓ ﺔﻋﺎﺳ ﺎﻬﻘﻓﺍﻮﻳ ﻻ ﺪﺒﻋ ﻢﻠﺴﻣ
ﻝﺄﺴﻳ ﺎﻬﻴﻓ ﻪﻠﻟﺍ ﻦﻣ ﺎﺌﻴﺷ ﺎﻴﻧﺪﻟﺍ
ﻪﻟ ﻮﻫ ﺓﺮﺧﻵﺍﻭ ﻻﺇ ﻢﺴﻗ ﻩﺎﻄﻋﺃ ﻩﺎﻳﺇ
ﻭﺃ ﻢﺴﻘﺑ ﺲﻴﻟ ﺮﺧﺩﺍ ﻻﺇ ﻩﺪﻨﻋ ﻪﻟ ﻮﻫ ﺎﻣ
ﻞﻀﻓﺃ ﻭﺃ ﻪﻨﻣ ﺫﻮﻌﺘﻳ ﻦﻣ ﻪﺑ ﻮﻫ ﺮﺷ
ﻪﻴﻠﻋ ﺏﻮﺘﻜﻣ ﻻﺇ ﻑﺮﺻ ﻪﻨﻋ ﻦﻣ ﺀﻼﺒﻟﺍ
ﻮﻫ ﺎﻣ ﻢﻈﻋﺃ ﻪﻨﻣ ﻝﺎﻗ ﺖﻠﻗ ﻪﻟ ﺎﻣﻭ
ﻩﺬﻫ ﺔﺘﻜﻨﻟﺍ ﺎﻬﻴﻓ ﻲﻫ ﻝﺎﻗ ﺔﻋﺎﺴﻟﺍ
ﻡﻮﻘﺗ ﻲﻫ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﻮﻫﻭ ﺎﻧﺪﻨﻋ
ﺪﻴﺳ ﻦﺤﻧﻭ ﻡﺎﻳﻷﺍ ﻩﻮﻋﺪﻧ ﻡﻮﻳ
ﻡﻮﻳﻭ ﺔﻣﺎﻴﻘﻟﺍ ﺪﻳﺰﻤﻟﺍ ﻝﺎﻗ ﻢﻣ ﺖﻠﻗ
ﻙﺍﺫ ﻝﺎﻗ ﻥﻷ ﻚﺑﺭ ﻙﺭﺎﺒﺗ ﻰﻟﺎﻌﺗﻭ
ﻲﻓ ﺬﺨﺗﺍ ﺔﻨﺠﻟﺍ ﻦﻣ ﺎﻳﺩﺍﻭ ﻚﺴﻣ ﺾﻴﺑﺃ
ﺍﺫﺈﻓ ﻥﺎﻛ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﻦﻣ ﻂﺒﻫ
ﻦﻴﻴﻠﻋ ﻰﻠﻋ ﻪﻴﺳﺮﻛ ﻙﺭﺎﺒﺗ ﻢﺛ ﻰﻟﺎﻌﺗﻭ
ﻒﺣ ﻲﺳﺮﻜﻟﺍ ﻦﻣ ﺮﺑﺎﻨﻤﺑ ﺐﻫﺫ ﺔﻠﻠﻜﻣ
ﻢﺛ ﺮﻫﺍﻮﺠﻟﺎﺑ ﻥﻮﻴﺒﻨﻟﺍ ﺀﻲﺠﻳ ﻰﺘﺣ
ﺍﻮﺴﻠﺠﻳ ﺎﻬﻴﻠﻋ ﻝﺰﻨﻳﻭ ﻞﻫﺃ ﻑﺮﻐﻟﺍ
ﺍﻮﺴﻠﺠﻳ ﻰﺘﺣ ﻰﻠﻋ ﻚﻟﺫ ﻢﺛ ﺐﻴﺜﻜﻟﺍ
ﻰﻠﺠﺘﻳ ﻢﻬﻟ ﻚﺑﺭ ﻙﺭﺎﺒﺗ ﻢﺛ ﻰﻟﺎﻌﺗﻭ
ﻝﻮﻘﻳ ﻲﻧﻮﻠﺳ ﻢﻜﻄﻋﺃ ﻝﺎﻗ ﻪﻧﻮﻟﺄﺴﻴﻓ
ﻰﺿﺮﻟﺍ ﻝﻮﻘﻴﻓ ﻲﺋﺎﺿﺭ ﻢﻜﻠﺣﺃ ﻱﺭﺍﺩ
ﻢﻜﻠﻴﻧﺃﻭ ﻲﻧﻮﻠﺴﻓ ﻲﺳﺍﺮﻛ ﻢﻜﻄﻋﺃ ﻝﺎﻗ
ﻪﻧﻮﻟﺄﺴﻴﻓ ﻢﻫﺪﻬﺸﻴﻓ ﻝﺎﻗ ﻪﻧﺃ ﺪﻗ ﻲﺿﺭ
ﻢﻬﻨﻋ ﻝﺎﻗ ﺢﺘﻔﻴﻓ ﻢﻟ ﺎﻣ ﻢﻬﻟ ﺮﺗ ﻦﻴﻋ
ﻊﻤﺴﺗ ﻢﻟﻭ ﻥﺫﺃ ﺮﻄﺨﻳ ﻻﻭ ﻰﻠﻋ ﺐﻠﻗ ﺮﺸﺑ
ﻝﺎﻗ ﻢﻜﻟﺫﻭ ﺭﺍﺪﻘﻣ ﻢﻜﻓﺍﺮﺼﻧﺍ ﻦﻣ ﻡﻮﻳ
ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ .… ﻝﺎﻗ ﺍﻮﺴﻴﻠﻓ ﻰﻟﺇ ﺀﻲﺷ
ﺝﻮﺣﺃ ﻢﻬﻨﻣ ﻰﻟﺇ ﻡﻮﻳ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ
ﺍﻭﺩﺍﺩﺰﻴﻟ ﻢﻬﺑﺭ ﻲﻟﺇ ﺍﺮﻈﻧ
ﺍﻭﺩﺍﺩﺰﻴﻟﻭ ﻪﻨﻣ ﺔﻣﺍﺮﻛ
Jibril pernah mendatangiku,
dan di tangannya ada sesuatu
seperti kaca putih. Di dalam
kaca itu, ada titik hitam. Aku
pun bertanya, “Wahai Jibril, ini
apa?” Beliau menjawab, “Ini
hari Jumat.” Saya bertanya lagi,
“Apa maksudnya hari Jumat?”
Jibril mengatakan, “Kalian
mendapatkan kebaikan di
dalamnya.” Saya bertanya,
“Apa yang kami peroleh di hari
Jumat?” Beliau menjawab,
“Hari jumat menjadi hari raya
bagimu dan bagi kaummu
setelahmu. Sementara, orang
Yahudi dan Nasrani
mengikutimu (hari raya Sabtu–
Ahad).” Aku bertanya, “Apa lagi
yang kami peroleh di hari
Jumat?” Beliau menjawab, “Di
dalamnya, ada satu
kesempatan waktu; jika ada
seorang hamba muslim berdoa
bertepatan dengan waktu
tersebut, untuk urusan dunia
serta akhiratnya, dan itu
menjadi jatahnya di dunia,
maka pasti Allah kabulkan
doanya. Jika itu bukan
jatahnya maka Allah simpan
untuknya dengan wujud yang
lebih baik dari perkara yang dia
minta, atau dia dilindungi dan
dihindarkan dari keburukan
yang ditakdirkan untuk
menimpanya, yang nilainya
lebih besar dibandingkan
doanya.” Aku bertanya lagi,
“Apa titik hitam ini?” Jibril
menjawab, “Ini adalah kiamat,
yang akan terjadi di hari Jumat.
Hari ini merupakan pemimpin
hari yang lain menurut kami.
Kami menyebutnya sebagai
“yaumul mazid ”, hari tambahan
pada hari kiamat.” Aku
bertanya, “Apa sebabnya?”
Jibril menjawab, “Karena
Rabbmu, Allah, menjadikan
satu lembah dari minyak wangi
putih. Apabila hari Jumat
datang, Dia Dzat yang
Mahasuci turun dari illiyin di
atas kursi-Nya. Kemudian,
kursi itu dikelilingi emas yang
dihiasi dengan berbagai
perhiasan. Kemudian,
datanglah para nabi, dan
mereka duduk di atas mimbar
tersebut. Kemudian, datanglah
para penghuni surga dari
kamar mereka, lalu duduk di
atas bukit pasir. Kemudian,
Rabbmu, Allah, Dzat yang
Mahasuci lagi Mahatinggi,
menampakkan diri-Nya kepada
mereka, dan berfirman,
“Mintalah, pasti Aku beri
kalian!” Maka mereka meminta
ridha-Nya. Allah pun
berfirman, “Ridha-Ku adalah
Aku halalkan untuk kalian
rumah-Ku, dan Aku jadikan
kalian berkumpul di kursi-
kursi-Ku. Karena itu, mintalah,
pasti Aku beri!” Mereka pun
meminta kepada-Nya.
Kemudian Allah bersaksi
kepada mereka bahwa Allah
telah meridhai mereka.
Akhirnya, dibukakanlah
sesuatu untuk mereka, yang
belum pernah dilihat mata,
belum pernah didengar telinga,
dan tidak pernah terlintas
dalam hati seseorang. Dan itu
terjadi selama kegiatan kalian
di hari jumat …. sehingga tidak
ada yang lebih mereka
nantikan, melebihi hari Jumat,
agar mereka bisa semakin
sering melihat Rabb mereka
dan mendapatkan tambahan
kenikmatan dari-Nya.” (H.r.
Ibnu Abi Syaibah, Thabrani
dalam Al-Ausath , Abu Ya’la
dalam Al-Musnad , dan
statusnya hasan atau sahih,
sebagaimana keterangan Abdul
Quddus Muhammad Nadzir)
Terlarangnya puasa jika
dilakukan pada hari Jumat
saja
Tidak diperbolehkan bagi
seorang muslim untuk
melakukan puasa di hari Jumat
saja, padahal saat hari Kamis,
dia tidak berpuasa, dan di hari
Sabtu, dia juga tidak puasa.
1. Dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu , beliau
mendengar Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
َﻻ َّﻦَﻣﻮُﺼَﻳ ْﻢُﻛُﺪَﺣَﺃ َﻡْﻮَﻳ ِﺔَﻌُﻤُﺠْﻟﺍ َّﻻِﺇ ،
ﺎًﻣْﻮَﻳ ْﻭَﺃ ُﻪَﻠْﺒَﻗ ُﻩَﺪْﻌَﺑ
“Janganlah kalian berpuasa
pada hari Jumat, kecuali jika
telah berpuasa sehari
sebelumnya atau akan puasa
sehari setelahnya.” (H.r.
Bukhari dan Muslim)
2. Dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu ; beliau
mengatakan,
ﻰﻬﻧ ﻝﻮﺳﺭ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻭ
ﻢﻠﺳ ﺩﺮﻔﻳ ﻥﺃ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﻡﻮﺼﺑ
“Rasulallah shallallahu ‘alaihi
wa sallam melarang
menyendirikan hari Jumat untuk
berpuasa.” (H.r. Ahmad;
sanadnya dinilai sahih oleh
Syu’aib Al-Arnauth)
3. Dari Junadah Al-Azdi; beliau
mengatakan,
ﺖﻠﺧﺩ ﻰﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ
ﻪﻴﻠﻋ ﻭ ﻲﻓ ﻢﻠﺳ ﺔﻌﺒﺳ ﻦﻣ ﺮﻔﻧ ﺩﺯﻷﺍ
ﺎﻧﺃ ﻢﻬﻨﻣﺎﺛ ﻡﻮﻳ ﻦﺤﻧﻭ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻡﺎﻴﺻ
ﺎﻧﺎﻋﺪﻓ ﻝﻮﺳﺭ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ
ﻭ ﻢﻠﺳ ﻰﻟﺇ ﻡﺎﻌﻃ ﻦﻴﺑ ﻪﻳﺪﻳ ﺎﻨﻠﻘﻓ
ﺎﻧﺍ ﻡﺎﻴﺻ ﻝﺎﻗ ﻢﺘﻤﺻ ﻞﻫ ﺲﻣﺃ ﺎﻨﻠﻗ ﻻ
ﻝﺎﻗ ﻞﻬﻓ ﻥﻮﻣﻮﺼﺗ ﺍﺪﻏ ﺎﻨﻠﻗ ﻻ ﻝﺎﻗ
ﻢﺛ ﺍﻭﺮﻄﻓﺎﻓ ﺝﺮﺧ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻰﻟﺇ ﺎﻤﻠﻓ
ﺲﻠﺟ ﻰﻠﻋ ﺮﺒﻨﻤﻟﺍ ﺎﻋﺩ ﺀﺎﻧﺈﺑ ﻦﻣ ﺀﺎﻣ
ﻪﺑﺮﺸﻓ ﻥﻭﺮﻈﻨﻳ ﺱﺎﻨﻟﺍﻭ ﻪﻴﻟﺇ
ﻢﻬﻤﻠﻌﻴﻟ ﻪﻧﺃ ﻻ ﻡﻮﺼﻳ ﻡﻮﻳ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ
“Saya menemui Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam pada hari
Jumat bersama tujuh orang dari
suku Azd, dan saya adalah
orang kedelapan. Saat itu, kami
sedang berpuasa. Kemudian,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam mengundang kami untuk
makan di depannya. Kami pun
mengatakan, ‘Saya sedang
puasa.’ Beliau bertanya,
‘Apakah kemarin kalian puasa?’
Kami menjawab, ‘Tidak.’ Beliau
bertanya lagi, ‘Apakah besok
kalian akan berpuasa?’ Kami
menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian
beliau bersabda, ‘Berbukalah!’
Lalu beliau berangkat shalat
Jumat. Ketika beliau di atas
mimbar, beliau minta
dibawakan air, kemudian beliau
minum dan orang-orang
melihatnya, untuk mengajari
mereka bahwa beliau tidak
berpuasa di hari Jumat .” (H.r.
Ibnu Abi Syaibah; dinilai sahih
oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar)
4. Dari Ummul Mukminin,
Juwairiyah binti Al-Harits
radhiallahu ‘anha ; Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
menemuinya di hari Jumat,
sementara dia sedang
berpuasa. Beliau bertanya,
“Apakah kemarin kamu
puasa?” Dia menjawab,
“Tidak.” Beliau bertanya lagi,
“Apakah besok kamu mau
puasa?” Beliau menjawab,
“Tidak.” Beliau bersabda,
“Berbukalah!” (H.r. Bukhari,
Abu Daud, dan Ibnu Abi
Syaibah)
5. Dari Laila, istri Basyir
radhiallahu ‘anhuma ; beliau
mengatakan, “Sesungguhnya,
Basyir bertanya kepada Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam ,
‘Bolehkah saya berpuasa di
hari Jumat dan tidak berbicara
dengan seorang pun di hari
itu?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam menjawab,
ﻻ ﻢﺼﺗ ﻡﻮﻳ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻲﻓ ﻻﺍ ﻮﻫ ﻡﺎﻳﺃ
ﺎﻫﺪﺣﺃ ﻲﻓ ﻭﺃ ﺮﻬﺷ ﻥﺃ ﺎﻣﺃﻭ ﻻ ﻢﻠﻜﺗ
ﺍﺪﺣﺃ ﻯﺮﻤﻌﻠﻓ ﻢﻠﻜﺗ ﻥﻷ ﻑﻭﺮﻌﻤﺑ
ﻰﻬﻨﺗﻭ ﺮﻜﻨﻣ ﻦﻋ ﻥﺍ ﻦﻣ ﺮﻴﺧ ﺖﻜﺴﺗ
‘Janganlah kamu berpuasa di
hari Jumat, kecuali jika kamu
berpuasa beberapa hari –salah
satunya adalah hari Jumat–
atau puasa sebulan. Adapun
tentang dirimu yang tidak ingin
berbicara dengan seorang pun
maka sungguh engkau berbicara
yang ma’ruf dan mencegah
kemungkaran itu lebih baik
daripada engkau diam .” (H.r.
Ahmad, Thabrani dalam
Mu’jam Al-Kabir , dan Baihaqi;
dinilai sahih oleh Al-Albani)
Tidak boleh mengkhususkan
hari Jumat untuk shalat
malam
Sebagian orang beranggapan
bahwa kita dianjurkan untuk
memperbanyak shalat tahajud
di malam Jumat karena malam
ini memiliki keutamaan yang
banyak. Anggapan ini adalah
anggapan yang salah karena
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam melarang kita untuk
mengkhususkan malam Jumat
untuk ibadah.
1. Dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu ; Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﻻ ﺔﻠﻴﻟ ﺍﻮﺼﺘﺨﺗ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻦﻣ ﻡﺎﻴﻘﺑ
ﻲﻟﺎﻴﻠﻟﺍ ﻦﻴﺑ ﻻﻭ ﺍﻮﺼﺨﺗ ﻡﻮﻳ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ
ﻡﺎﻴﺼﺑ ﻦﻣ ﻦﻴﺑ ﻡﺎﻳﻷﺍ ﻥﺃ ﻻﺇ ﻲﻓ ﻥﻮﻜﻳ
ﻡﻮﺻ ﻪﻣﻮﺼﻳ ﻢﻛﺪﺣﺃ
“Janganlah kalian
mengkhususkan malam Jumat
untuk tahajud dan
meninggalkannya di malam
yang lain. Jangan pula
mengkhususkan siang harinya
untuk berpuasa, kecuali dalam
rangkaian puasa kalian.” (H.r.
Muslim)
2. Dari Muhammad bin Sirrin;
beliau mengatakan,
Dahulu, Abu Darda’
menghidupkan malam Jumat
dengan ibadah, dan beliau
berpuasa di siang harinya.
Suatu ketika, datanglah Salman
–dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam telah
mempersaudarakan keduanya–
kemudian beliau tidur di
rumahnya. Salman pun
memperhatikan Abu Darda’
dan tidak membiarkannya,
sampai Abu Darda’ tidur dan
tidak berpuasa. Maka
datanglah Abu Darda’ menemui
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan menceritakan
perjumpaannya dengan
Salman. Kemudian, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Wahai Uwaimir
(nama asli Abu Darda’), Salman
lebih tahu daripada kamu.
Janganlah mengkhususkan
malam Jumat untuk shalat dan
siang harinya untuk
puasa.” (H.r. Abdurrazaq
dalam Al-Mushannaf )
Anjuran untuk membaca surat
khusus ketika shalat subuh di
hari Jumat
Dianjurkan bagi orang yang
melaksanakan shalat subuh di
hari Jumat untuk membaca
surat As-Sajdah di rekaat
pertama dan surat Al-Insan di
rekaat kedua.
1. Dari Ibnu Abbas radhiallahu
‘anhuma , bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam , ketika shalat subuh
di hari Jumat, membaca
“alif-lam-mim, as-
sajdah” (surat As-Sajdah)
dan “hal ata ‘alal insani
…” (surat Al-Insan).
Sementara, pada shalat
Jumat, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam membaca
surat Al-Jumu’ah dan surat
Al-Munafiqun. (H.r. Muslim
dan Abu Daud)
2. Dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu ; beliau
mengatakan, “Dahulu, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam , ketika shalat subuh
di hari Jumat, membaca
‘alif-lam-mim … tanzil, as-
sajdah‘ (surat As-Sajdah)
dan ‘ hal ata ‘alal
insani ‘ (surat Al-
Insan).” (H.r. Bukhari dan
Muslim)
Sebagian malaikat duduk di
depan pintu masjid
Di hari Jumat, Allah mengutus
beberapa malaikat untuk
berjaga di pintu masjid,
mencatat setiap orang yang
datang jumatan sebelum khatib
naik mimbar.
1. Dari Abu Said Al-Khudri
radhiallahu ‘anhu ; Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﺍﺫﺇ ﻥﺎﻛ ﻡﻮﻳ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﺔﻜﺋﻼﻤﻟﺍ ﺕﺪﻌﻗ
ﻰﻠﻋ ﺪﺠﺴﻤﻟﺍ ﺏﺍﻮﺑﺃ ﻥﻮﺒﺘﻜﻴﻓ ﺱﺎﻨﻟﺍ
ﻦﻣ ﻦﻣ ﺀﺎﺟ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﻢﻬﻟﺯﺎﻨﻣ ﻰﻠﻋ
ﻞﺟﺮﻓ ﻡﺪﻗ ﻞﺟﺭﻭ ﺍﺭﻭﺰﺟ ﻡﺪﻗ ﺓﺮﻘﺑ
ﻞﺟﺭﻭ ﻡﺪﻗ ﻞﺟﺭﻭ ﺓﺎﺷ ﻡﺪﻗ ﺔﺟﺎﺟﺩ
ﻞﺟﺭﻭ ﻡﺪﻗ ﻞﺟﺭﻭ ﺍﺭﻮﻔﺼﻋ ﻡﺪﻗ ﺔﻀﻴﺑ
ﻝﺎﻗ ﺍﺫﺈﻓ ﻥﺫﺃ ﻥﺫﺆﻤﻟﺍ ﺲﻠﺟﻭ ﻡﺎﻣﻹﺍ
ﻰﻠﻋ ﺮﺒﻨﻤﻟﺍ ﺖﻳﻮﻃ ﻒﺤﺼﻟﺍ ﺍﻮﻠﺧﺩﻭ
ﺪﺠﺴﻤﻟﺍ ﻥﻮﻌﻤﺘﺴﻳ ﺮﻛﺬﻟﺍ
“Apabila hari Jumat datang,
para malaikat duduk di depan
pintu masjid-masjid. Mereka
mencatat setiap orang yang
datang sesuai dengan waktu
kedatangan mereka. Ada orang
yang seperti berkurban unta,
ada yang seperti berkurban
sapi, ada yang seperti
berkurban kambing, ada yang
seperti berkurban ayam, ada
yang seperti berkurban burung,
dan ada yang seperti
berkurban telur. Ketika muazin
melakukan azan dan imam
sudah duduk di mimbar maka
buku catatan ditutup dan
mereka masuk masjid,
mendengarkan khotbah.” (H.r.
Ahmad; sanadnya dinilai hasan
oleh Syu’aib Al-Arnauth)
2. Dari Abu Umamah
radhiallahu ‘anhu; beliau
mengatakan,
ﺍﺫﺇ ﻥﺎﻛ ﻡﻮﻳ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﺔﻜﺋﻼﻤﻟﺍ ﺖﻣﺎﻗ
ﺪﺠﺴﻤﻟﺍ ﺏﺍﻮﺑﺄﺑ ﻥﻮﺒﺘﻜﻴﻓ ﺱﺎﻨﻟﺍ
ﻢﻬﻟﺯﺎﻨﻣ ﻰﻠﻋ ﻝﻭﻻﺍ ﻥﺈﻓ ﺮﺧﺄﺗ ﻞﺟﺭ
ﻢﻬﻨﻣ ﻦﻋ ﻪﻟﺰﻨﻣ ﺖﻋﺩ ﺔﻜﺋﻼﻤﻟﺍ ﻪﻟ
ﻥﻮﻟﻮﻘﻳ ﻥﺇ ﻢﻬﻠﻟﺍ ﻥﺎﻛ ﺎﻀﻳﺮﻣ ﻪﻔﺷﺎﻓ
ﻥﺇ ﻢﻬﻠﻟﺍ ﻪﻟ ﺖﻧﺎﻛ ﺔﺟﺎﺣ ﻪﻟ ﺾﻗﺎﻓ
ﻼﻓ ﻪﺘﺟﺎﺣ ﻥﻮﻟﺍﺰﻳ ﻚﻟﺬﻛ ﻰﺘﺣ ﺍﺫﺇ
ﺝﺮﺧ ﻡﺎﻣﻻﺍ ﺖﻳﻮﻃ ﻢﺛ ﻒﺤﺼﻟﺍ ﺖﻤﺘﺧ
ﻦﻤﻓ ﺀﺎﺟ ﺪﻌﺑ ﻝﻭﺰﻧ ﻡﺎﻣﻻﺍ ﺪﻘﻓ ﻙﺭﺩﺃ
ﺓﻼﺼﻟﺍ ﻙﺭﺪﻳ ﻢﻟﻭ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ
“Apabila hari Jumat datang,
malaikat berjaga di pintu-pintu
masjid. Mereka mencatat setiap
orang yang datang sesuai
tingkat kedatangannya. Apabila
ada orang yang telat datang
maka malaikat ini berdoa
untuknya. Mereka memanjatkan
doa, ‘Ya Allah, jika dia sakit
maka sembuhkanlah dia, dan
jika dia punya kepentingan
maka selesaikanlah
kebutuhannya.’ Mereka terus
melakukan hal itu, sampai
imam datang. Ketika imam
datang, buku catatan ditutup
kemudian distempel. Barang
siapa yang datang setelah imam
turun maka dia hanya
mendapatkan shalat dan tidak
mendapatkan jumatan.”
Keterangan:
Sanad hadis ini hasan . Hanya
saja, statusnya mauquf sampai
Abu Umamah. Artinya, ini
adalah perkataan Abu Umamah
radhiallahu ‘anhu .
Di hari jumat terdapat satu
waktu yang mustajab
1. Dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu ; Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
pernah menyinggung hari
Jumat, kemudian beliau
bersabda,
ﻪﻴﻓ ﺔﻋﺎﺳ ﺎﻬﻘﻓﺍﻮﻳ ﻻ ﺪﺒﻋ ﻢﻠﺴﻣ ﻮﻫﻭ
ﻢﺋﺎﻗ ﻝﺄﺴﻳ ﻲﻠﺼﻳ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻟﺎﻌﺗ ﺎﺌﻴﺷ
ﻻﺇ ﻩﺎﻄﻋﺃ ﻩﺎﻳﺇ
“Di hari Jumat, ada satu waktu,
apabila ada seorang muslim
melakukan shalat dan dia
memohon sesuatu kepada Allah,
pasti Allah beri.” Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
berisyarat dengan tangannya
untuk menunjukkan bahwa
waktu itu hanya sebentar. (H.r.
Bukhari dan Muslim)
2. Dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu , Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﺮﻴﺧ ﺖﻌﻠﻃ ﻡﻮﻳ ﻪﻴﻓ ﺲﻤﺸﻟﺍ ﻡﻮﻳ
ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻪﻴﻓ ﻖﻠﺧ ﻪﻴﻓﻭ ﻡﺩﺁ ﻡﻮﻘﺗ
ﺔﻋﺎﺴﻟﺍ ﺔﻋﺎﺳ ﻪﻴﻓﻭ ﻻ ﻝﺄﺴﻳ ﺰﻋ ﻪﻠﻟﺍ
ﻭ ﺎﻬﻴﻓ ﻞﺟ ﺪﺒﻋ ﻰﻠﺼﻳ ﺮﻴﺧ ﻻﺍ ﻩﺎﻄﻋﺃ
ﻪﻠﻟﺍ ﻝﺎﻗﻭ ﺎﻬﻠﻠﻗﻭ ﺍﺬﻜﻫ ﻩﺪﻴﺑ ﺎﻬﻧﺍ
ﺔﻠﻴﻠﻗ
“Hari terbaik saat matahari
terbit adalah hari Jumat. Di hari
ini, Adam diciptakan; di hari ini
pula, kiamat terjadi; di hari
Jumat terdapat satu waktu,
apabila ada seorang hamba
yang shalat, memohon kepada
Allah di waktu itu, maka Allah
akan memberikan
pintanya.” (H.r. Abu Daud Ath-
Thayalisi; statusnya hasan
lighairihi )
3. Dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu , bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﻥﺇ ﻲﻓ ﺔﻋﺎﺳ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﺎﻬﻘﻓﺍﻮﻳ ﻻ ﻢﻠﺴﻣ
ﻮﻫﻭ ﻲﻓ ﻝﺄﺴﻳ ﺓﻼﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻻﺍ ﺍﺮﻴﺧ
ﻩﺎﺗﺁ ﻩﺎﻳﺇ ﻝﺎﻗ ﺎﻬﻠﻠﻗﻭ
“Sesungguhnya, di hari Jumat,
ada satu waktu; tidaklah
seorang muslim yang shalat, dia
memohon kebaikan kepada
Allah, dan bertepatan dengan
waktu tersebut, kecuali Allah
pasti akan
mengabulkannya.” (H.r.
Ahmad; statusnya sahih)
Anjuran memperbanyak
salawat di hari Jumat
1. Dari Aus bin Aus radhiallahu
‘anhu ; Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,
ﻦﻣ ﻞﻀﻓﺃ ﻢﻜﻣﺎﻳﺃ ﻡﻮﻳ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻪﻴﻓ
ﻖﻠﺧ ﻪﻴﻓﻭ ﻡﺩﺁ ﻪﻴﻓﻭ ﺾﺒﻗ ﺔﺨﻔﻨﻟﺍ
ﻪﻴﻓﻭ ﺍﻭﺮﺜﻛﺎﻓ ﺔﻘﻌﺼﻟﺍ ﻦﻣ ﻰﻠﻋ
ﺓﻼﺼﻟﺍ ﻪﻴﻓ ﻥﺎﻓ ﻢﻜﺗﻼﺻ ﺔﺿﻭﺮﻌﻣ ﻰﻠﻋ
ﺍﻮﻟﺎﻘﻓ ﻝﻮﺳﺭ ﺎﻳ ﻒﻴﻛﻭ ﻪﻠﻟﺍ ﺽﺮﻌﺗ
ﻚﻴﻠﻋ ﺎﻨﺗﻼﺻ ﺖﻣﺭﺃ ﺪﻗﻭ ﻰﻨﻌﻳ ﺪﻗﻭ
ﺖﻴﻠﺑ ﻥﺇ ﻝﺎﻗ ﺰﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻭ ﻞﺟ ﻡﺮﺣ ﻰﻠﻋ
ﺽﺭﻷﺍ ﻞﻛﺄﺗ ﻥﺃ ﺀﺎﻴﺒﻧﻷﺍ ﺩﺎﺴﺟﺃ
ﺕﺍﻮﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻬﻴﻠﻋ
“Di antara hari kalian yang
paling utama adalah hari
Jumat. Di hari itu, Adam
diciptakan; di hari itu, Adam
meninggal; di hari itu, tiupan
sangkakala pertama
dilaksanakan; di hari itu pula,
tiupan kedua dilakukan. Oleh
sebab itu, perbanyaklah
membaca salawat untukku di
hari Jumat karena salawat
kalian ditunjukkan kepadaku.”
Para sahabat bertanya,
“Bagaimana salawat itu
ditunjukkan kepada Anda
padahal Anda telah menjadi
tanah (mati)?” Beliau bersabda,
“Sesungguhnya, Allah
mengharamkan bumi untuk
memakan jasad para nabi –
shallallahu ‘alahim
ajma’in– .” (H.r. Ahmad;
sanadnya dinilai sahih oleh
Syu’aib Al-Arnauth)
2. Dari Abu Umamah
radhiallahu ‘anhu ; Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﺍﻭُﺮِﺜْﻛَﺃ َّﻲَﻠَﻋ َﻦِﻣ ﻲِﻓ ِﺓﻼَّﺼﻟﺍ ِّﻞُﻛ ِﻡْﻮَﻳ
ٍﺔَﻌُﻤُﺟ , َّﻥِﺈَﻓ َﺓﻼَﺻ ُﺽَﺮْﻌُﺗ ﻲِﺘَّﻣُﺃ ﻲِﻓ َّﻲَﻠَﻋ
ِّﻞُﻛ ٍﺔَﻌُﻤُﺟ ِﻡْﻮَﻳ , ْﻦَﻤَﻓ َﻥﺎَﻛ ْﻢُﻫَﺮَﺜْﻛَﺃ َّﻲَﻠَﻋ
ًﺓﻼَﺻ ْﻢُﻬَﺑَﺮْﻗَﺃ َﻥﺎَﻛ ﻲِّﻨِﻣ ًﺔَﻟِﺰْﻨَﻣ
“Perbanyaklah membaca
salawat untukku setiap hari
Jumat, karena salawat umatku
ditunjukkan kepadaku setiap
hari Jumat. Siapa saja yang
paling banyak salawatnya
untukku maka dia adalah orang
yang paling dekat
kedudukannya denganku.”
Keterangan:
Status hadis ini diperselisihkan
oleh para ulama ahli hadis.
Ada yang menilainya kuat dan
ada yang menilainya dhaif . Di
antara ulama yang menilainya
dhaif adalah Imam Adz-
Dzahabi dan Syekh
Nashiruddin Al-Albani. Adapun
ulama yang menerima hadis ini
di antaranya adalah As-Suyuti.
Hadis ini juga disebutkan oleh
Al-Mundziri dalam At-Targhib ;
beliau mengatakan,
“Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi
dengan sanad hasan .”
Kiamat terjadi di hari Jumat
Dari Abu Hurairah radhiallahu
‘anhu , bahwa Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺮﻴﺧ ﻡﻮﻳ ﻪﻴﻠﻋ ﺖﻌﻠﻃ ﺲﻤﺸﻟﺍ ﻡﻮﻳ
ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻪﻴﻓ ﻖﻠﺧ ﻪﻴﻓﻭ ﻡﺩﺁ ﻞﺧﺩﺃ
ﺔﻨﺠﻟﺍ ﺝﺮﺧﺃ ﻪﻴﻓﻭ ﻻﻭ ﺎﻬﻨﻣ ﻡﻮﻘﺗ
ﺔﻋﺎﺴﻟﺍ ﻲﻓ ﻻﺇ ﻡﻮﻳ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ
“Hari terbaik saat matahari
terbit adalah hari Jumat. Di hari
itu, Adam diciptakan; di hari itu,
Adam dimasukkan ke surga; di
hari itu pula, Adam dikeluarkan
dari surga; dan kiamat tidak
akan terjadi kecuali di hari
Jumat .” (H.r. Muslim, Ahmad,
dan Turmudzi)
Orang yang meninggal di hari
Jumat akan dilindungi dari
fitnah (ujian) alam kubur
Dari Abdullah bin Amr
radhiallahu ‘anhuma , bahwa
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
ﻦﻣ ﺎﻣ ﻢﻠﺴﻣ ﺕﻮﻤﻳ ﻡﻮﻳ ﻭﺃ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ
ﺔﻠﻴﻟ ﻻﺍ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻩﺎﻗﻭ ﺔﻨﺘﻓ
ﺮﺒﻘﻟﺍ
“Tidaklah seorang muslim yang
meninggal di hari Jumat atau
malam Jumat, kecuali Allah
akan lindungi dirinya dari fitnah
(ujian) alam kubur .” (H.r.
Ahmad; dinilai sahih oleh
Ahmad Syakir serta Al-Albani)
Anjuran membaca surat Al-
Kahfi pada malam atau siang
hari Jumat
1. Dari Abu Said Al-Khudri
radhiallahu ‘anhu ; Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ْﻦَﻣ َﺓَﺭﻮُﺳ َﺃَﺮَﻗ َﺔَﻠْﻴَﻟ ِﻒْﻬَﻜْﻟﺍ ِﺔَﻌُﻤُﺠْﻟﺍ
ُﻪَﻟ َﺀﺎَﺿَﺃ َﻦِﻣ ِﺭﻮُّﻨﻟﺍ ُﻪَﻨْﻴَﺑ ﺎَﻤﻴِﻓ َﻦْﻴَﺑَﻭ
ِﺖْﻴَﺒْﻟﺍ ِﻖﻴِﺘَﻌْﻟﺍ
“Barang siapa yang membaca
surat Al-Kahfi pada malam
Jumat , dia akan disinari cahaya
antara dirinya dan
Ka’bah .” (H.r. Ad-Darimi; Syekh
Al-Albani mengatakan bahwa
hadis ini sahih )
2. Dari Ibnu Umar radhiallahu
‘anhuma ; Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
ْﻦَﻣ َﺓَﺭﻮُﺳ َﺃَﺮَﻗ ﻰِﻓ ِﻒْﻬَﻜْﻟﺍ ِﻡْﻮَﻳ ِﺔَﻌُﻤُﺠْﻟﺍ
َﺀﺎَﺿَﺃ َﻦِﻣ ُﻪَﻟ ِﺭﻮُّﻨﻟﺍ ﺎَﻣ َﻦْﻴَﺑ
ِﻦْﻴَﺘَﻌُﻤُﺠْﻟﺍ
“Barang siapa yang membaca
surat Al-Kahfi pada hari Jumat ,
dia akan disinari cahaya di
antara dua Jumat .” (H.r. An-
Nasa’i dan Baihaqi; Al-Albani
mengatakan bahwa hadis ini
sahih)
______________
Download Naskah Keutamaan
Hari Jumat
Keutamaan Hari Jumat (664)
Penulis: Ustadz Ammi Nur Baits
Artikel
www.KhotbahJumat.com