Selasa, 25 Desember 2012

MEREKA MEMBERI LAMPU PADA KUBURAN


Imam Malik meriwayatkan dalam
kitabnya Al Muwatta’, bahwa
Rasulullah ShallAllahu’alaihi
wasallam bersabda :
“ ﻢﻬﻠﻟﺍ ﻻ ﻞﻌﺠﺗ ﻱﺮﺒﻗ
ﺎﻨﺛﻭ ،ﺪﺒﻌﻳ ﺪﺘﺷﺍ ﺐﻀﻏ
ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﻋ ﻡﻮﻗ ﺍﻭﺬﺨﺗﺍ
ﺭﻮﺒﻗ ﻢﻬﺋﺎﻴﺒﻧﺃ ﺪﺟﺎﺴﻣ ”
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan
kuburanku sebagai berhala yang
disembah. Allah sangat murka
kepada orang-orang yang telah
menjadikan kuburan para Nabi
mereka sebagai tempat ibadah”.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir,
dengan sanadnya dari sufyan dari
Mansur dari Mujahid, berkaitan
dengan ayat : [ ﻢﺘﻳﺃﺮﻓﺃ ﺕﻼﻟﺍ
ﻯﺰﻌﻟﺍﻭ ] “Jelaskan kepadaku
(wahai kaum musyrikin) tentang
(berhala yang kamu anggap sebagai
anak perempuan Allah) Al lata dan
Al Uzza” (QS. An Najm, 19)
Ia (Mujahid) berkata : “Al latta
adalah orang yang dahulunya
tukang mengaduk tepung (dengan
air atau minyak) untuk dihidangkan
kepada jamaah haji. setelah
meninggal, merekapun senantiasa
mendatangi kuburannya.”
Demikian pula penafsiran Ibnu
Abbas RadhiAllahu’anhu
sebagaimana yang dituturkan oleh
Ibnul Jauza’ : “ Dia itu pada
mulanya adalah tukang mengaduk
tepung untuk para jamaah haji.”
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas
RadhiAllahu’anhu , ia berkata :
“ ﻦﻌﻟ ﻝﻮﺳﺭ ﻪﻠﻟﺍ ﺕﺍﺮﺋﺍﺯ
ﺭﻮﺒﻘﻟﺍ ﻦﻳﺬﺨﺘﻤﻟﺍﻭ
ﺎﻬﻴﻠﻋ ﺪﺟﺎﺴﻤﻟﺍ ﺝﺮﺴﻟﺍﻭ ”
ﻞﻫﺃ ﻩﺍﻭﺭ ﻦﻨﺴﻟﺍ .
“Rasulullah ShallAllahu’alaihi wa
Sallam melaknat kaum wanita yang
menziarahi kuburan, serta orang-
orang yang membuat tempat
ibadah dan memberi lampu
penerang di atas kuburannya.”(HR.
Para penulis kitab Sunan)
___________________________________
Dikutip dari "Kitab Tauhid " Syaikh
Muhammad bin Abdul Wahab
BAB 21. SIKAP BERLEBIHAN
TERHADAP KUBURAN ORANG-
ORANG SHALEH,
AKANMENJADIKANNYA SEBAGAI
BERHALA YANG DISEMBAH
SELAIN ALLAH