Kamis, 13 Desember 2012

Syarah Al Aqidah Al Wasithiyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (Bag.1)


Oleh : Syaikh Sa'id bin Ali bin
Wahfi Al-Qahthaniy rahimahullah
MUKADIMAH
ﻢﺴﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﻤﺣﺮﻟﺍ
Segala puji bagi Allah, Rabb
semesta alam. Shalawat dan
salam yang lengkap dan
sempurna semoga dilimpahkan
kepada Nabi dan Rasul paling
mulia, Nabi dan Imam kita,
Muhammad bin Abdullah, juga
kepada segenap keluarga,
shahabatnya, dan siapa saja
yang mengikuti jejak mereka
dengan baik, hingga Hari
Kiamat. Amma ba'du.
Kitab "Al-Aqidah Al
Wasithiyah" tulisan Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah ﻪﻤﺣﺭ ﻪﻠﻟﺍ
ﻰﻟﺎﻌﺗ, adalah Aqidah Ahlus
Sunnah wal Jama'ah. Adapun
latar belakang penulisan, dan
penamaannya dengan Al
Wasithiyah, ialah: Bahwa
seorang Qadhi dari negeri
Wasith yang sedang
melaksanakan haji datang
kepada Syaikhul Islam dan
memohon beliau untuk menulis
tentang Aqidah Salafiyah yang
beliau yakini. Maka, beliau ﻪﻤﺣﺭ
ﻪﻠﻟﺍ menulisnya dalam tempo
sekali jalsah, (sekali duduk),
seusai shalat 'Ashar. Ini
merupakan bukti nyata bahwa
beliau ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻤﺣﺭ memiliki ilmu
yang luas dan dikaruniai oleh
Allah kecerdasan dan keluasan
ilmu yang mengagumkan. Dan
itu tidak aneh, karena karunia
Allah itu diberikan dan
diharamkan bagi siapa saja
yang Dia kehendaki. Kepada
Allah Yang Maha Tinggi dan
Agung, kita memohon akan
keutamaan dan kemuliaan-
Nya.
Ketika saya mengetahui betapa
pentingnya kandungan Kitab
"Al-'Aqidah Al-Wasithiyah"
tersebut, saya berkeinginan
untuk membuat syarah -
penjelasan- ringkas tentang
kitab Aqidah ini. Saya
memohon kepada Allah agar
hal itu saya laksanakan
semata-mata untuk mencari
ridha-Nya. Tidak diragukan lagi
bahwa banyak ulama telah
melakukan upaya yang besar
untuk menjaga, mengajarkan,
mengulas, dan mensyarah,
terhadap kitab "Al-.'Aqidah Al-
Wasithiyah" ini dan di antara
yang aku ketahui dari syarah-
syarah tersebut antara lain :
"Ar-Raudhah An-Nadiyyah,
Syarh Al-'Aqidah Al-
Wasithiyah" tulisan Syaikh Zaid
bin Fayadh, "Al-Kawasyif Al-
Jaliyyah 'An- Ma'ani Al-Aqidah
Al-Wasithiyah" tulisan Syaikh
Abdul Aziz bin Muhammad 1 ,
"Syarh Al-'Aqidah Al-
Wasithiyah" tulisan
Muhammad Khalil Al-Haras,
dan "At-Ta'liqat Al-Mufidah 'ala
Al-''Aqidah Al-Wasithiyah"
tulisan Syaikh Abdullah bin
Abdurrahman Asy-Syarif.
Beberapa syarah tersebut
cukup baik dan berhasil
menjelaskan makna-makna
aqidah tersebut. Adapun dalam
syarah ringkas yang saya
susun ini, saya melakukan hal-
hal sebagai berikut:
Saya mentakhrij hadist-hadits
Rasulullah dan
menisbahkannya, kadang-
kadang kepada sumber aslinya,
tapi kadang-kadang cukup saya
tunjukkan sumber aslinya
tanpa teks. Saya juga
menisbahkan ayat-ayat kepada
surah dan nomornya, selain
saya juga memberikan judul
yang sesuai untuk setiap tema,
misalnya : "Definisi Al-Firqah
An-Najiyah:, "Madzhab Ahlus
Sunnah wal Jama'ah tentang
Sifat-sifat Allah", "Rukun Iman
menurut Firqah Najiyah",
Metode Ahlus Sunnah wal
Jama'ah dalam Menafikan dan
Menetapkan Asma' dan Sifat-
sifat Allah", "Madzhab Mereka
dan Ayat-ayat serta hadits-
hadits tentang Asma' dan Sifat-
sifat Allah". Kemudian saya
membuat judul sendiri untuk
masing-masing sifat, tapi
kadang-kadang saya
gabungkan beberapa sifat
dalam satu judul. Ini tidak saya
maksudkan untuk membatasi,
melainkan untuk menyebutkan
sifat-sifat yang telah disebutkan
oleh penulis. Penulis juga
menyebutkan banyak ayat dan
hadits, akan tetapi saya hanya
menyebutkan satu dalil untuk
setiap sifat, dari ayat atau
hadits, sementara yang lain
saya hapuskan untuk
meringkaskan syarah ini.
Kemudian saya menyebutkan
"Sikap pertengahan Ahlus
Sunnah dalam masalah sifat
Allah" di antara golongan-
golongan lain yang ada. Sikap
pertengahan mereka dalam
masalah perbuatan manusia,
Sikap pertengahan mereka
dalam masalah ancaman
Allah", Sikap pertengahan
mereka mengenai nama-nama
Iman dan Dien", "Sikap
pertengahan mereka mengenai
shahabat-shahabat Rasulullah
ﻲﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻠﺳﻭ , "Iman
kepada Hari Akhir dan hal-hal
yang berkaitan dengannya",
"Takdir dengan keempat
tingkatannya", "Madzhab Ahlus
Sunnah wal Jama'ah tentang
Iman dan Dien, Shahabat
Rasulullah ﻪﻠﻟﺍ ﻲﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ ,
dan Karamah para wali", serta
"Akhlak mulia Ahlus Sunnah
wal Jama'ah". Semoga Allah
memberikan taufik kepada
saya dalam melaksanakan apa
yang dicintai dan diridhai-Nya.
Shalawat, salam, dan barakah,
semoga dilimpahkan Allah
kepada hamba dan Rasul-Nya,
Muhammad ﻲﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻠﺳﻭ ,
juga kepada segenap keluarga
dan shahabatnya. 1
DEFINISI AL-FIRQAH AN-
NAJIYAH [AHLUS SUNNAH
WAL JAMA'AH]
Firqah (dengan huru fa'
dikasrahkan) artinya
sekelompok manusia. la disifati
dengan an-najiyah, (yang
selamat), dan Al-Manshurah,
(yang mendapat pertolongan),
berdasarkan sabda Rasulullah
ﻲﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻠﺳﻭ
ﺎَﻟ ْﻦِﻣ ُﻝﺍَﺰَﻳ ﻲِﺘَّﻣُﺃ ٌﺔَّﻣُﺃ ٌﺔَﻤِﺋﺎَﻗ ِﺮْﻣَﺄِﺑ
ﺎَﻟ ِﻪَّﻠﻟﺍ ْﻦَﻣ ْﻢُﻫُّﺮُﻀَﻳ ْﻢُﻬَﻟَﺬَﺧ ْﻦَﻣ ﺎَﻟَﻭ
ْﻢُﻬَﻔَﻟﺎَﺧ ﻰَّﺘَﺣ ْﻢُﻬَﻴِﺗْﺄَﻳ ُﺮْﻣَﺃ ِﻪَّﻠﻟﺍ ْﻢُﻫَﻭ
ﻰَﻠَﻋ َﻚِﻟَﺫ
"Akan senantiasa ada
sekelompok umatku yang tegar
di atas al-haq, yang tidak akan
terkena mudharat dari orang
yang enggan menolong atau
menentang mereka, sehingga
datanglah keputusan Allah
sedangkan mereka tetap dalam
keadaan begitu." 2
Adapun Ahlus Sunnah wal
Jama'ah, adalah merupakan
pengganti atau nama lain dari
kelompok tersebut. Yang
dimaksud dengan As-Sunnah
adalah Thariqah (cara/jalan )
yang dianut oleh Rasulullah ﻲﻠﺻ
ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻠﺳﻭ para sahabat
beliau, dan orang-orang yang
mengikuti jejak mereka hingga
Hari Kiamat.
Adapun al-jama'ah, makna
asalnya adalah sejumlah orang
yang mengelompok. Tetapi,
yang dimaksud dengan al-
jama'ah dalam pembahasan
aqidah ini adalah Salaf
(pendahulu) dari umat ini dari
kalangan shahabat dan orang-
orang yang mengikuti kebaikan
mereka, sekalipun hanya
seorang yang berdiri di atas
kebenaran yang telah dianut
oleh jama 'ah tersebut. 3
Abdullah bin Mas'ud ﻪﻠﻟﺍ ﻰﺿﺭ
ﻪﻨﻋ berkata :
ُﺔَﻋﺎَﻤَﺠْﻟَﺍ ﺎَﻣ َﻖَﻓَﻭ َّﻖَﻬْﻟﺍ ْﻥِﺇﻭ َﺖْﻨُﻛ
َﻙَﺪْﺣَﻭ
"Jama'ah adalah apa yang
selaras dengan kebenaran,
sekalipun engkau seorang diri.
Dari 'Auf bin Malik ﻰﺿﺭ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻨﻋ
yang berkata: Rasulullah ﻲﻠﺻ
ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻠﺳﻭ bersabda :
ُﺩْﻮُﻬَﻴْﻟﺍ ِﺖَﻗَﺮَﺘْﻓِﺍ ﻯَﺪْﺣِﺇ ﻰَﻠَﻋ َﻦْﻴِﻌْﺒَﺳَﻭ
ًﺔَﻗْﺮِﻓ ﻲِﻓ ٌﺓَﺪِﺣﺍَﻮَﻓ ِﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ ﻲِﻓ َﻥْﻮُﻌْﺒَﺳَﻭ
ِﺭﺎَّﻨﻟﺍ ﻯَﺭﺎَﺼَّﻨﻟﺍ ِﺖَﻗَﺮَﺘْﻓﺍَﻭ ﻰَﻠَﻋ
ِﻦْﻴَﺘْﻨِﺛ َﻦْﻴِﻌْﺒَﺳَﻭ ًﺔَﻗْﺮِﻓ ﻯَﺪْﺣِﺈَﻓ َﻥْﻮُﻌْﺒَﺳَﻭ
ﻲِﻓ ِﺭﺎَّﻨﻟﺍ ﻲِﻓ ٌﺓَﺪِﺣﺍَﻭَﻭ ِﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ ْﻱِﺬَّﻟﺍَﻭ
ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ُﺲْﻔَﻧ َّﻦَﻗِﺮَﺘْﻔَﺘَﻟ ِﻩِﺪَﻴِﺑ ْﻲِﺘَّﻣُﺃ ﻰَﻠَﻋ
ٍﺙَﻼَﺛ َﻦْﻴِﻌْﺒَﺳَﻭ ًﺔَﻗْﺮِﻓ ٌﺓَﺪِﺣﺍَﻭ ْﻲِﻓ ِﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ
ِﻥﺎَﺘْﻨِﺛَﻭ َﻥْﻮُﻌْﺒَﺳَﻭ ْﻲِﻓ ِﺭﺎَّﻨﻟﺍ
"Umat Yahudi berpecah
menjadi tujuh puluh satu
golongan, satu golongan di
jannah sedangkan tujuh puluh
golongan di naar. Umat
Nasrani berpecah menjadi
tujuh puluh dua golongan,
tujuh puluh satu golongan di
naar sedangkan satu golongan
di jannah. Demi Allah, yang
jiwaku di tangan-Nya, umatku
akan berpecah menjadi tujuh
puluh tiga golongan, satu
golongan di jannah sedangkan
tujuh puluh dua golongan di
naar." 4
....bersambung, insya Allah.

1 As Salman, Al-Asilah wal
Ajwibah al-Ushuliyyah Al-
Aqidah Al-washithiyyahyang
juga tulisan beliau
2 Dikeluarkan oleh Al-Bukhari
dengan lafazhnya dari
Mughirah ﻪﻠﻟﺍ ﻰﺿﺭ ﻪﻨﻋ , IV/187
dan Muslim III/1523
3 Ar-Raudah An-Nadiyyah
Syarh Al-Aqidah Al-
Washitiyyah, hal. 14 Zaid bin
Fayyadh dan Muhammad
Khalil Al-Haras, hal 16
4 Ibnul Qayyim, ighasatul
Lahfan Min Mashayid Asy-
Syaithan, I/70.
  HR. Ibnu Majah 3992,
dishahihkkan Al-Albani (Ibnu
Majjah)