Minggu, 09 Desember 2012

Buat anda yang suka berulang tahun/milad/ maulid

Maaf Sob, Aku Nggak Akan Ucapin
Selamat Ultah Buat Kamu!
"Happy birthday, semoga sehat selalu",
kalimat ini pasti biasa kamu denger saat
kamu lagi ultah kan?. ya gitu deh, hari ultah
katanya jadi yang paling spesial buat setiap
orang. Selain bisa nerima banyak ucapan
selamat, pada hari bersejarah itulah, untuk
pertama kalinya kita lahir ke dunia.
Next, buat merayakan hari ultah itu, banyak
temen kita yang kemudian mengadakan
pesta atau minimal surprise kecil, biar
tambah ramai suasana. Dan, nggak jarang
juga loh, untuk membuat pesta itu mereka
merogoh kocek sampai jutaan bahkan
ratusan juta. Katanya sih buat syukuran
karena masih dikasih panjang umur sampai
hari ulang tahunnya.
Tapi dibalik semua kemeriahan itu, apakah
kamu sudah tahu friend tentang asal- usul
perayaan ulang tahun?
Dalam buku Parasit Akidah karya A.D. EL.
Marzdedeq disebutkan, pesta ulang tahun
pertama kali diadakan oleh orang Nasrani
Romawi. Mereka menyalakan beberapa
batang lilin diatas sebuah kue yang besar.
Lilin itu berjumlah sama dengan usia orang
yang berulang tahun. Lilin itu kemudian
akan ditiup sambil orang tersebut
menyampaikan harapan dihari ulang
tahunnya.
Jadi acara ulang tahun itu jelas- jelas bukan
aturan Islam yang membawa kebaikan.
Kalaupun perayaan itu membawa kebaikan,
pastilah Rasulullah, para sahabat, tabi’in
dan tabiut tabi’in sudah terlebih dahulu
mencontohkannya. Tapi ternyata, mereka
nggak mengucapkan dan nggak
memperingati Ulang Tahun juga tuh.
Pertanyaannya sekarang, kenapa masih
banyak teman- teman kita dilluar sana yang
ikut- ikutan merayakannya ya? bahkan
menyamarkan dengan label syukuran, atau
milad biar terkesan lebih islami gitu.
Hmm.. ternyata kejadian benerkan apa
yang dulu pernah disabdakan Rasulullah
SAW, bahwa “Kamu akan mengikuti cara
hidup orang-orang sebelum kamu,
sejengkal demi sejengkal, sehasta demi
sehasta. Sehingga jika mereka masuk
kedalam lobang biawak kamu pasti akan
memasukinya juga”. Para sahabat
bertanya,”Apakah yang engkau maksud
adalah kaum Yahudi dan Nasrani wahai
Rasulullah?”Rasulullah menjawab:”Siapa
lagi jika bukan mereka?!”.
Sob, sudah saatnya kita punya jati diri yang
jelas. Hidup nggak sekedar hura- hura
ataupun ikut apa yang asik- asik aja. Kalau
kamu ngaku sebagai muslim, tunjukkan
dong identitas kamu yang asli, sehingga
kamu tampil beda dan terbedakan dari
yang abal- abal. Termasuk juga dalam hal
aturan dan kebiasaan hidup kamu.
Kalau ada yang komen, "Kan dalam ulang
tahun itu kita berdoa bareng- bareng buat
bersyukur karena udah dikasih panjang
umur, sekalian juga buat menyambung
silaturahmi dengan teman- teman".
Helloooo...Rasulullah SAW itu adalah orang
yang paling mengerti cara bermasyarakat
dan bersosialisasi, plus paling tahu
bagaimana cara menggembirakan para
sahabat-sahabatnya. Rasulullah juga adalah
orang yang paling mengerti gimana cara
bersyukur dengan cara yang paling pas
banget sesuai dengan Aturan Allah. Tapi
sekali lagi, Rasulullah SAW tidak pernah
mencontohkan perayaan yang begituan,
bahkan beliau memerintahkan kepada kita
untuk menyelisihinya, atau kalau nggak,
berarti kita sama dengan mereka.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang menyerupai suatu
kaum, maka ia termasuk golongan
mereka.” ( HR. Ahmad dan Abu Daud dari
Ibnu Umar).
friend, apa iya kamu yang ngaku muslim
disamakan dengan orang- orang kafir?
Seperti kamu tahu, setiap hari umur kita
makin berkurang. Harusnya hal itu
membuat kita sedih dunk, karena berarti
jatah waktu kita hidup di dunia tambah
berkurang. Nggak ada guna perayaan yang
mewah, kasih selamat atau berharap
dikasih ucapan selamat ulang tahun. Yang
seharusnya kita harus lakukan adalah
semakin banyak introspeksi buat
pertanggungjawaban kelak dihadapan Allah,
saat umur kita udah habis, dan bukan
malah ikut- ikutan merayakan tradisi
jahiliyah yang nggak jelas gitu. Bakalan rugi
deh.
Sekali lagi ya, walaupun sekuat tenaga
kamu bilang "sekedar buat syukuran aja"
tapi tetep aja nggak akan diterima oleh
Allah, Friend . Nggak percaya, lihat nih yang
disabdakan Rasulullah SAW,
“ Barangsiapa beramal dengan suatu amalan
yang “tidak ada perintah dari kami
padanya” maka amalan tersebut TERTOLAK
(yaitu tidak diterima oleh Allah).” (HR.
Muslim)
So, masih mau merayakan dan
mengucapkan selamat ulang tahun atau
berani bilang "Maaf Sob, Aku nggak akan
ucapin selamat ultah buat kamu!"?