Kamis, 13 Desember 2012

TIPS MENDAPATKAN PASANGAN IDAMAN


Ringkasan :
Mencari jodoh yang ideal
memang gampang-
gampang susah namun
seseorang harus tetap
berusaha untuk
mendapatkannya, dengan
syarat tidak melanggar
syariat, semisal
berpacaran.
Mencari jodoh yang ideal
memang gampang-gampang
susah namun seseorang harus
tetap berusaha untuk
mendapatkannya, dengan
syarat tidak melanggar syariat,
semisal berpacaran. Ada
beberapa cara yang bisa
ditempuh untuk
mendapatkannya, anatara lain:
1. Berdoa'a kepada Allah
Ta'ala
Berdo'a adalah senjata kaum
muslimin, karena Allah akan
mengabulkan permohonan
hamba-Nya sebagaimna
firman-Nya:
Dan Tuhanmu berfirman:
Berdo'alah kepada-Ku, niscaya
akan Kuperkenankan bagimu.
(QS. Ghofir: 60).
Maka bagi yang mendambakan
suami istri idaman hendaklah
dia memperbanyak berdo'a
kepada Allah Ta'ala.
Sebagaimana do'a yang
disebutkan oleh Allah dalam
firman-Nya: Dan orang-orang
yang berkata: Ya Tuhan kami,
anugerahkanlah kepada kami
istriistri kami dan keturunan
kami sebagai penyenang hati
(kami), dan jadikanlah kami
iman bagi orang-orang yang
bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)
2. Mencari informasi dari
orang yang terpercaya
Termasuk hal tolong menolong
dalam kebaikan, bagi orang
yang mengetahui adanya laki-
laki shalih atau wanita
shalihah untuk mengabarkan
kepada orang yang mau
menikah. Begitu pula bagi yang
ingin menikah untuk mencari
informasi tentang orang yang
akan dilamar agar tidak terjadi
penyesalan dikemudian hari.
Ada satu hadits yang
berhubungan dengan hal ini;
Dari Anas bin Malik berkata:
Sesungguhnya Rasulullah
Shalallah Alaihi wa Sallam
mengutus Ummu Sulaim untuk
melihat seorang gadis, dan
beliau berkata: Ciumlah bau
mulutnya dan lihatlah yang
diatas tumitnya. (HR. Ahmad,
Baihaqi, Hakim beliau berkata
Shahih dan disepakati oleh
Imam Dzahabi, namun Syaikh
Al-Albani melemahkannya).
3. Melihat Calon istri
Untuk bisa mengetahui kriteria
fisik calon istri, seseorang
dierbolehkan bahkan
dianjurkan untuk melihatnya
sebelum melamarnya. Dari
Mughirah bin Syu'bah berkata:
Aku berniat melamar seorang
wanita. Rasulullah Shalallah
Alaihi wa Sallam bertanya
kepadaku: apakah engkau
sudah melihatnya? Belum
jawabku, maka beliau
bersabda: Lihatlah dia, karena
hal itu dapat melanggengkan
rumah tangga kalian berdua.
(HR. Tirmidzi, Nasa'i dan
Ahmad)
Bahkan boleh baginya mencuri
pandang serta melihatnya dari
arah yang tidak diketahui oleh
si wanita.
Dari Sulaiman bin Abi Hatsmah
berkata: Saya pernah melihat
Muhammad bin Maslamah
mengintai seorang wanita dari
atas tembok, kukatakan
kepadanya: Apakah engkau
masih berbuat begitu padahal
engkau seorang sahabat nabi?
Ia
menjawab: Tentu saja, karena
Rasulullah Shalallah Alaihi wa
Sallam pernah bersabda: Jika
terbetik pada seseorang
keinginan meminang seorang
wanita, maka ia boleh
melihatnya. (HR. Ibnu Majah
dan Ahmad).
4. Menawarkan putrinya atau
saudarinya kepada orang
shalih yang baik agamanya
Dari Umar bin Khattab berkata:
Ketika Hafshah binti Umar
menjadi janda karena kematian
suaminya, saya pergi menemui
Utsman bin Affan untuk
menawarkan Hafshah
kepadanya, Utsman menjawab:
Saya pertimbangkan terlebih
dahulu.
beberapa hari kemudian
Utsman menemuiku, ia berkata:
Kelihatannya saya belum
punya keinginan menikah
sekarang ini, Umar berkata:
Kemudian aku pergi menemui
Abu Bakar, kukatakan
kepadanya jika engkau setuju,
aku nikahkan engkau dengan
Hafshah, Abu Bakar diam saja
dan tidak memberikan
jawaban apapun. Beberapa
hari kemudian Rasulullah
Shalallah Alaihi wa Sallam
datang melamar Hafshah.
Akupun menikahi beliau
dengannya. (HR. Bukhari).
5. Menawarkan dirinya pada
orang shalih untuk dinikahi
Seorang wanita boleh
menawarkan dirinya pada
orang shalih untk dinikahi
dengan syarat aman dari
fitnah. Dari Anas bin Malik
berkata: Ada seorang wanita
datang kepada Rasulullah
Shalallah Alaihi wa Sallam
untuk menawarkan dirinya
kepada beliau, dia berkata:
Wahai Rasulullah, apakah
anda mau menikah denganku?
Maka berkata putri Juas:
Alangkah tidak punya malunya
wanita itu, lantas Juas
menjawab: Wanita itu lebih
baik darimu, dia ingin dinikahi
oleh Rasulullah Shalallah Alaihi
wa Sallam, maka dia
menawarkan dirinya. (HR.
Bukhari, Nasa'i, dan Ibnu
Majah).
Namun untuk zaman kini,
sebaiknya dilakukan tidak
secara langsung melainkan
mencari wasilah (perantara)
yang bisa dipercayai untuk
menutup pintu fitnah.
6. Shalat istikharah
Pilihan Allah Ta'ala adalah
sebaik-baik pilihan, maka
shalat istikharah adalah jalan
terbaik untuk mendapatkan
pilihan yang tepat.
Sebagaimana hadits Jabir
bahwasanya rasulullah
Shalallah Alaihi wa Sallam
bersabda: Apabila seseorang
dianatara kamu berhasrat
melakukan satu perkara,
hendaknya ia mengerjakan
shalat dua rakaat diluar shalat
fardhu, kemudian bacalah doa
ini:
Ya Allah, sesungguhnya aku
memohon pilihan yang tepat
kepada-Mu dengan ilmu- Mu,
aku memohon kekuatan
kepada-Mu dengan kekuasaan-
Mu, aku memohon karunia-Mu
yang besar. Sesungguhnya
Engkau Maha Kuasa sementara
aku tidak kuasa, Engkau Maha
Mengetahui sedang aku tidak
mengetahui dan Engkaulah yang
maha Mengetahui perkara yang
ghaib. Ya Allah, Apabila Engkau
mengetahui bahwa perkara ini
baik bagiku, agamaku, hidupku
dan baik akibatnya terhadap
diriku maka tetapkanlah dan
mudahkanlah bagiku. Dan jika
Engkau tahu bahwa prkara ini
buruk bagiku, agamaku, hdupku
serta buruk akibatnya terhadap
diriku, maka jauhilah perkara
ini dariku dan jauhilah diriku
darinya, tetapkanlah kebaikan
untukku dimana saja aku
berada, kemudian jadikanlah
diriku ridha menerimanya.
Lalu Rasulullah Shalallah
Alaihi wa Sallam bersabda:
Lalu silahkan ia menyebut
kepentingannya.
(HR. Bukhari dan Abu Dawud).
Sumber : Majalah Al Furqon,
Edisi: 9 Th.II/Rabi'ul Tsani
1424 H.