Selasa, 11 Desember 2012

Syarah Al Aqidah Al Wasithiyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (Bag.5)

Oleh : Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahfi
Al-Qahthaniy rahimahullah
AYAT-AYAT DAN HADITS-HADITS
TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH
Setelah Syaikhul Islam ﻪﻤﺣﺭ ﻪﻠﻟﺍ
ﻰﻟﺎﻌﺗ menyebutkan akidah Firqah
Najiyah secara ijmal, yaitu: Iman
kepada Allah, malaikat-malaikat-
Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-
Nya, Hari Akhir dan takdir yang baik
maupun yang buruk dari Allah,
maka beliau mulai menjelaskan hal
itu secara mendetail. Beliau ﻪﻤﺣﺭ
ﻪﻠﻟﺍ menyebutkan bahwa di antara
manifestasi iman kepada Allah
adalah iman kepada apa yang
disifatkan oleh-Nya untuk diri-Nya,
atau oleh rasul-Nya ﻲﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ
ﻢﻠﺳﻭ, tanpa tahrif, ta'thil, takyif atau
tamtsil.
Beliau ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻤﺣﺭ lalu menyebutkan
sejumlah ayat dan hadits shahih
yang di situ Rasulullah ﻲﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ
ﻢﻠﺳﻭ menetapkan Sifat-sifat Allah
ّﻞﺟﻭّﺰﻋ, dengan penetapan yang layak
bagi-Nya. Dalam hal ini, beliau ﻪﻤﺣﺭ
ﻪﻠﻟﺍ bermaksud menegaskan bahwa
tidak ada jalan bagi seorang muslim
untuk mengetahui Sifat-sifat
Rabbnya yang Maha Tinggi dan
Asma'-Nya yang Maha Indah,
melainkan melalui perantaraan
wahyu. Asma' dan Sifat-sifat Allah
itu bersifat tauqifiyah (hanya bisa
diketahui dari Allah). Maka, apapun
yang ditetapkan oleh Allah bagi diri-
Nya, atau oleh Rasulullah ﻲﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ
ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ , kita meyakininya.
Demikian pula, apa yang dinafikan
oleh Allah dari diri-Nya, atau oleh
Rasulullah ﻲﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻠﺳﻭ , kita
menafikannya. Cukuplah bagi kita
informasi yang datang dari Al-
Qur'an dan As-Sunnah yang shahih
ini.
Di antara ayat dan hadits yang
disebutkan oleh beliau ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻤﺣﺭ
adalah sebagai berikut:
SIFAT FI'LIYAH DAN SIFAT
DZATYAH BAGI ALLAH
Sifat-sifat Allah dibagi menjadi
dua :
Yang Pertama: Sifat Dzatiyah: yaitu
sifat yang tidak terpisahkan dari
Allah Ta'ala. Maka, la sejak dahulu
dan tetap menyandang sifat
tersebut. Misalnya : Ilmu, Hidup,
Kuasa, Mendengar, Melihat, Wajah,
Telapak, Tangan, Mata, Kaki, Raja,
Agung, Besar, Perkasa, Tinggi, Tari,
Telapak Kaki, Kaya, Kasih Sayang,
dan Berbicara.
Yang Kedua : Sifat Fi'liyah : yaitu
sifat yang berkaitan dengan
kehendak dan kekuasaan Allah.
Misalnya : Bersemayan, Turun, Tiba,
Tertawa, Ridha, Ta'ajub, Murka,
Datang, Menghidupkan, Mematikan,
Gembira, Marah, Benci, Cinta.
Semua sifat ini disebut Qadim (ada
sejak dahulu) dari segi jenisnya dan
baru dari segi terjadinya satu
persatu. Sifat-sifat tersebut, juga
sifat-sifat Fi'liyah yang lain,
berkaitan dengan kehendak Allah.
Bila Dia berkehendak, Dia
melakukannya sedangkan bila Dia
tidak berkehendak, Dia tidak
melakukannya.1
SIFAT FI'LIYAH SEKALIGUS
DZATIYAH
Kadang-kadang suatu sifat bisa
dikategorikan dalam sifat Fi'liyah
sekaligus Dzatiyah. Misalnya sifat
berbicara (kalam), asalnya
merupakan sifat Dzatiyah, karena
Dia sejak dahulu dan tetap
berbicara. Tetapi bila dilihat dari
terjadinya satu persatu, berbicara
merupakan sifat Fi'liyah, karena
berbicara itu berkaitan dengan
kehendak-Nya. Dia berbicara kalau
menghendaki. Sebagaimana firman
Allah Ta'ala:
ﺎَﻤَّﻧِﺇ ُﻩُﺮْﻣَﺃ َﺩﺍَﺭَﺃ ﺍَﺫِﺇ ًﺎﺌْﻴَﺷ ْﻥَﺃ َﻝﻮُﻘَﻳ
ُﻪَﻟ ُﻥﻮُﻜَﻴَﻓ ْﻦُﻛ
"Sesungguhnya perintah-Nya,
apabila Dia menghendaki sesuatu,
hanyalah mengatakan, Jadilah !',
maka terjadilah ia." [Yasin:82]
Setiap sifat yang berkaitan dengan
kehendak Allah Ta'ala, adalah
mengikuti kebijaksanaan-Nya.
Kadang-kadang hikmah tersebut kita
mengerti, tetapi kadang-kadang kita
tidak mampu mengetahuinya. Akan
tetapi kita yakin dengan seyakin-
yakinnya bah-wa Allah tidak
menghendaki sesuatu apapun,
kecuali hal itu sesuai dengan
hikmah. Hal ini diisyaratkan dalam
firman Allah :
َﻥﻭُﺀﺎَﺸَﺗ ﺎَﻣَﻭ ﻻِﺇ ْﻥَﺃ َﺀﺎَﺸَﻳ ُﻪَّﻠﻟﺍ َّﻥِﺇ
َﻪَّﻠﻟﺍ َﻥﺎَﻛ ﺎًﻤﻴِﻜَﺣ ﺎًﻤﻴِﻠَﻋ
"Dan kamu tidak mampu (menempuh
jalan itu), kecuali bila dikehendaki
Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana. "2
[QS.Al-Insaan : 30]