Kamis, 13 Desember 2012

Menjadi Ibu Panutan

Ibu adalah nama lain dari kasih sayang
yang indah, yang diberikan Allah sebagai
rahmat bagi hambaNya. Ibu ibarat malaikat
yang menjadi pelindung anak- anaknya dari
setiap kejahatan yang akan menyakiti
mereka. Bahkan ketika manusia terlahir
tanpa dampingan seorang ibu, rasanya
mereka akan siap menukar apapun yang
dimilikinya demi kehadian sang ibu tercinta.
Maka tak heran jika seorang ibu selalu
diagungkan kebaikannya, baik ketika dia
masih ada ataupun sudah tiada.
Maha suci Allah yang telah menciptakan
kedekatan antara seorang ibu dengan anak-
anak mereka, sebagai sebuah
kemanusiawian. Setiap anak akan begitu
nyaman berada di samping ibunya. Karena
itulah, secara alamiah pula, anak-anak
melihat ibu sebagai sosok panutan yang
patut diikutinya. Seperti spons kering yang
menyerap setiap air yang ada di dekatnya,
seperti itulah anak- anak dengan polos
mencontoh cara berucap, dan bersikap
para ibu mereka.
Maka tak dipungkiri lagi, jika ibu adalah
ibarat guru pertama bagi anak-anak.
Dengan ibu jugalah, anak- anak belajar
mengenali dan mempelajari dunia ini. Lalu
bagaimanakah sikap kita sebagai seorang
ibu, agar kita pantas dijadikan tauladan
yang baik untuk anak- anak kita?
Pertama, menjadi ibu yang penuh kasih
sayang
Yang pertama dan utama jadilah ibu yang
baik dan kasih sayang. Dari sikap terpuji
inilah anak- anak akan mengenali dan
mencontoh bahwa hanya kebaikan dan
kasih sayang lah yang sebenarnya
diperlukan jika mereka ingin selalu
disayangi, dan diterima oleh kehadirannya
oleh sesama. Sebaliknya, mereka juga akan
belajar membedakan bahwa perbuatan
jahat hanya akan menyakiti orang lain dan
merugikan diri mereka sendiri.
Kedua, ramah dan menghargai orang
lain
Selain itu, ajarkan kepada anak bahwa
setiap orang itu berbeda, dan kita harus
menghargai perbedaan-perbedaan itu.
Tanamkan pada diri anak- anak kita bahwa
tidak seorang pun senang diperlakukan
kasar. Maka ucapan terima kasih, tolong,
dan maaf, harus dibiasakan sedari mereka
kecil, agar terpola dalam pikiran anak
bahwa sikap ramah adalah hal penting yang
dibutuhkan untuk menjalin sebuah
persahabatan.
ketiga, tegas dalam berprinsip.
Kenalkan pada anak- anak kita, bahwa di
dunia ini juga ada hal yang tidak bisa kita
tawar tentangnya. Sebagai contoh adalah
masalah akidah. Kenalkan kepada mereka
berikut alasannya tentang kepastian dan
kepatenan nilai- nilai tersebut untuk harus
selalu kita patuhi.
keempat, Luangkan Waktu Untuk
Komunikasi Yang Hangat
Jika kita mengharapkan anak akan patuh,
maka komunikasi yang hangat dari kita
sebagai ibu, sangat penting untuk dilakukan.
Dan dalam berkomunikasi, anak dan ibu
juga membutuhkan banyak waktu. Maka
sudah seharusnya kita menyediakan waktu
untuk membangun hubungan yang
berkualitas dengan anak- anak mereka.
Tunjukkan kepada anak, bahwa dengan
berkomunikasi, kita dapat menjadi partner
mereka yang baik dalam mencari kebaikan.
Jika akhirnya nasehat harus diberikan, maka
biarkan terlebih dahulu mereka
mengemukakan ide dan pikiran mereka, dan
jangan beri batasan agar mereka juga tidak
mengambil jarak dengan kita. Dengan itu
InshaAllah mereka akan menjadikan kita
sebagai contoh, karena kemampuan kita
menjadi pendengar yang merangkul dan
mengayomi mereka, saat mereka susah.
Kelima, bersikap positif
Sebagai seorang ibu, hendaknya kita
berhati- hati dalam bersikap dan berucap.
Anak- anak kebanyakan akan meniru
materi, pemikiran bahkan gaya bicara kita
terutama bila mereka berada di dekat kita.
Pembicaraan dan sikap yang positif akan
memberikan contoh yang baik pula bagi
mereka, agar kelak menjadi pribadi yang
positif.
keenam, Konsisten
Dari semua sikap yang kita berikan kepada
anak- anak kita tersebut, maka tak akan
ada gunanya jika kita sendiri tidak konsisten
dengan yang telah kita ajarkan.
Pencontohan sikap baik yang terus menerus
dan konsisten, akan lebih mudah
terbahasakan kepada anak ketimbang hanya
sekedar nasehat atau kata- kata yang kita
suarakan ke telinga mereka.