Selasa, 11 Desember 2012

Fatwa 8 Ulama Mengkafirkan Syi'ah

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb
semesta alam. Shalawat dan salam semoga
terlimpah kepada Rasul yang diutus sebagai
rahmat bagi semesta alam, Nabi
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ,
keluarga dan para sahabatnya.
Syi’ah termasuk sekte Islam yang sudah
berusia ratusan tahun. Sejak abad-abad
awal Islam sudah menunjukkan jati dirinya.
Namun dalam kurun waktu yang lama
tersebut, kebencian mereka kepada pihak-
pihak lain tetap eksis. Mereka mencela,
mencaci, menfasikkan, dan mengafirkan Abu
Bakar, Umar, dan Utsman, dan ‘Aisyah.
Bahkan mereka menyatakan kekafiran
mayoritas sahabat. Selanjutnya mereka
mengafirkan dan memusuhi setiap orang
yang memuliakan para sahabat di atas.
Sehingga dari sini, para ulama Islam
menghukumi mereka sudah keluar dari
Islam berdasarkan keterangan yang jelas
dari Al-Qur’an dan Sunnah tentang
keutamaan para sahabat Nabi Shallallahu
‘Alaihi Wasallam.
Pendapat Tentang Kafirnya Sekte Syiah
Kami tidak menghakimi. Tugas kami hanya
menyampaikan keterangan dan menunjukkan
bukti. Dan ternyata didapati, yang
berpendapat bahwa Syi’ah itu kafir adalah
para Imam-Imam Besar Islam, seperti:
Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Bukhari
dan lain-lain. Berikut ini beberapa pendapat
dan fatwa para ulama Islam mengenai
golongan Syi’ah Rafidhah yang disebut
dengan Itsna Asy’ariyah dan Ja’fariyah.
Pertama: Imam Malik
Al-Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar al
Marwadzi, ia berkata: “Saya mendengar Abu
Abdullah berkata, bahwa Imam Malik
berkata:
ﻱﺬﻟﺍ ﻢﺘﺸﻳ ﺏﺎﺤﺻﺃ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ
ﻢﻠﺳﻭ ﺲﻴﻟ ﻢﻬﻟ ﻢﺳﺍ ﻭﺃ : ﻝﺎﻗ ﻲﻓ ﺐﻴﺼﻧ
ﻡﻼﺳﻹﺍ
“ Orang yang mencela shahabat-shahabat
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka ia
tidak termasuk dalam golongan Islam. ” (As
Sunnah, milik al-Khalal: 2/557)
Ibnu katsir berkata saat menafsirkan firman
Allah Ta’ala:
ٌﺪَّﻤَﺤُﻣ ُﻝﻮُﺳَﺭ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍَﻭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪَﻌَﻣ ُﺀﺍَّﺪِﺷَﺃ ﻰَﻠَﻋ
ِﺭﺎَّﻔُﻜْﻟﺍ ُﺀﺎَﻤَﺣُﺭ ْﻢُﻬَﻨْﻴَﺑ ْﻢُﻫﺍَﺮَﺗ ﺍًﺪَّﺠُﺳ ﺎًﻌَّﻛُﺭ
ﺎًﻠْﻀَﻓ َﻥﻮُﻐَﺘْﺒَﻳ ﺎًﻧﺍَﻮْﺿِﺭَﻭ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﻦِﻣ ْﻢُﻫﺎَﻤﻴِﺳ
ﻲِﻓ ْﻦِﻣ ْﻢِﻬِﻫﻮُﺟُﻭ ِﺮَﺛَﺃ ِﺩﻮُﺠُّﺴﻟﺍ َﻚِﻟَﺫ ﻲِﻓ ْﻢُﻬُﻠَﺜَﻣ
ْﻢُﻬُﻠَﺜَﻣَﻭ ِﺓﺍَﺭْﻮَّﺘﻟﺍ ِﻞﻴِﺠْﻧِﺈْﻟﺍ ﻲِﻓ َﺝَﺮْﺧَﺃ ٍﻉْﺭَﺰَﻛ
ُﻩَﺄْﻄَﺷ ُﻩَﺭَﺯَﺂَﻓ ﻯَﻮَﺘْﺳﺎَﻓ َﻆَﻠْﻐَﺘْﺳﺎَﻓ ِﻪِﻗﻮُﺳ ﻰَﻠَﻋ
ُﺐِﺠْﻌُﻳ َﻉﺍَّﺭُّﺰﻟﺍ َﻆﻴِﻐَﻴِﻟ ُﻢِﻬِﺑ َﺭﺎَّﻔُﻜْﻟﺍ َﺪَﻋَﻭ
ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺍﻮُﻨَﻣَﺁ ﺍﻮُﻠِﻤَﻋَﻭ ِﺕﺎَﺤِﻟﺎَّﺼﻟﺍ
ْﻢُﻬْﻨِﻣ ًﺓَﺮِﻔْﻐَﻣ ﺍًﺮْﺟَﺃَﻭ ﺎًﻤﻴِﻈَﻋ 29/ﺢﺘﻔﻟﺍ] ]
“ Muhammad itu adalah utusan Allah dan
orang-orang yang bersama dengan Dia
adalah keras terhadap orang-orang kafir,
tetapi berkasih sayang sesama mereka.
kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari
karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-
tanda mereka tampak pada muka mereka
dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat
mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka
dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang
mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu
menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi
besarlah Dia dan tegak Lurus di atas
pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati
penanam-penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir
(dengan kekuatan orang-orang mukmin).
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal yang saleh
di antara mereka ampunan dan pahala yang
besar. ”
Beliau berkata: “Dari ayat ini, dalam satu
riwayat dari Imam Malik –rahmat Allah
terlimpah kepadanya- , beliau mengambil
kesimpulan tentang kekafiran Rafidhah yang
membenci para shahabat Radhiyallahu
‘Anhum . Beliau berkata: “Karena mereka ini
membenci para shahabat, dan barangsiapa
membenci para shahabat, maka ia telah
kafir berdasarkan ayat ini.” Pendapat ini
disepakati oleh segolongan
ulama radhiyallahu ‘anhum .” (Tafsir Ibnu
Katsir: 4/219)[i]
Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata:
ﺪﻘﻟ ﻚﻟﺎﻣ ﻦﺴﺣﺃ ﻪﺘﻟﺎﻘﻣ ﻲﻓ ﻲﻓ ﺏﺎﺻﺃﻭ
ﻪﻠﻳﻭﺄﺗ ﻦﻤﻓ ﺺﻘﻧ ًﺍﺪﺣﺍﻭ ﻭﺃ ﻢﻬﻨﻣ ﻦﻌﻃ
ﻪﻴﻠﻋ ﻪﺘﻳﺍﻭﺭ ﻲﻓ ﺩﺭ ﺪﻘﻓ ﻰﻠﻋ ﺏﺭ ﻪﻠﻟﺍ
ﻦﻴﻤﻟﺎﻌﻟﺍ ﻞﻄﺑﺃﻭ ﻊﺋﺍﺮﺷ ﻦﻴﻤﻠﺴﻤﻟﺍ
“Sungguh sangat bagus ucapan Imam Malik
itu dan benar penafsirannya. Siapa pun yang
menghina seorang dari mereka (sahabat
Nabi) atau mencela periwayatannya, maka ia
telah menentang Allah, Tuhan alam semesta
dan membatalkan syari’at kaum
Muslimin.” (Tafsir al-Qurthubi: 16/297)
Kedua: Imam Ahmad
Banyak riwayat telah datang darinya dalam
mengafirkan golongan Syi’ah Rafidhah. Di
antaranya: Al-Khalal meriwayatkan dari Abu
Bakar al Marwadzi, ia berkata: “Aku
bertanya kepada Abu Abdillah tentang orang
yang mencela Abu Bakar, Umar, dan
‘Aisyah?” Beliau menjawab,
ﻩﺍﺭﺃ ﺎﻣ ﻰﻠﻋ ﻡﻼﺳﻹﺍ
“Aku tidak melihatnya di atas Islam.”
Al-Khalal berkata lagi: Abdul Malik bin
Abdul Hamid memberitakan kepadaku, ia
berkata: Aku mendengar Abu Abdillah
berkata:
ﻦﻣ ﻑﺎﺧﺃ ﻢﺘﺷ ﻪﻴﻠﻋ ﺮﻔﻜﻟﺍ ﺾﻓﺍﻭﺮﻟﺍ ﻞﺜﻣ
“ Barang siapa mencela (sahabat Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) maka aku
khawatir ia menjadi kafir seperti halnya
orang-orang Rafidhah. ” Kemudian beliau
berkata:
ﻦﻣ ﻢﺘﺷ ﺏﺎﺤﺻﺃ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ
ﻢﻠﺳﻭ ﻦﻣﺄﻧ ﻻ ﻥﻮﻜﻳ ﻥﺃ ﺪﻗ ﻦﻋ ﻕﺮﻣ ﻦﻳﺪﻟﺍ
“ Barangsiapa mencela Shahabat Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam maka kami
khawatir ia telah keluar dari Islam (tanpa
disadari). ” (Al-Sunnah, Al-Khalal:
2/557-558)
Al-Khalal berkata: Abdullah bin Ahmad bin
Hambal menyampaikan kepadaku, katanya:
“Saya bertanya kepada ayahku perihal
seseorang yang mencela salah seorang dari
Shahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam .
Maka beliau menjawab:
ﻩﺍﺭﺃ ﺎﻣ ﻰﻠﻋ ﻡﻼﺳﻹﺍ
“ Aku tidak melihatnya di atas Islam”. ” (Al-
Sunnah, Al-Khalal: 2/558. Bacalah: Manaakib
al Imam Ahmad, oleh Ibnu Al-Jauzi, hal.
214)
Tersebut dalam kitab As Sunnah karya Imam
Ahmad, mengenai pendapat beliau tentang
golongan Rafidhah:
ﻢﻫ ﻥﻭﺃﺮﺒﺘﻳ ﻦﻳﺬﻟﺍ ﻦﻣ ﺏﺎﺤﺻﺃ ﺪﻤﺤﻣ ﻰﻠﺻ
ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻬﻧﻮﺒﺴﻳﻭ ﻢﻬﻧﻮﺼﻘﺘﻨﻳﻭ
ﻥﻭﺮﻔﻜﻳﻭ ﻻﺇ ﺔﻤﺋﻷﺍ : ﺔﻌﺑﺭﺃ ﻲﻠﻋ ﺭﺎﻤﻋﻭ
ﺩﺍﺪﻘﻤﻟﺍﻭ ﻥﺎﻤﻠﺳﻭ ﻦﻣ ﺔﻀﻓﺍﺮﻟﺍ ﺖﺴﻴﻟﻭ
ﻲﻓ ﻡﻼﺳﻹﺍ ﺀﻲﺷ
“ Mereka itu adalah golongan yang
menjauhkan diri dari shahabat Muhammad
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan
mencelanya, menghinanya serta
mengkafirkannya kecuali hanya empat orang
saja yang tiada mereka kafirkan, yaitu: Ali,
Ammar, Miqdad dan Salman. Golongan
Rafidhah ini sama sekali bukan Islam. ” (Al-
Sunnah, milik Imam Ahmad: 82)
Ibnu Abdil Qawiy berkata: “Adalah imam
Ahmad mengafirkan orang yang berlepas
diri dari mereka (yakni para sahabat) dan
orang yang mencela ‘Aisyah Ummul
Mukminin serta menuduhnya dengan sesuatu
yang Allah telah membebaskan darinya,
seraya beliau membaca:
ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻢُﻜُﻈِﻌَﻳ ﺍﻭُﺩﻮُﻌَﺗ ْﻥَﺃ ﺍًﺪَﺑَﺃ ِﻪِﻠْﺜِﻤِﻟ ْﻥِﺇ
َﻦﻴِﻨِﻣْﺆُﻣ ْﻢُﺘْﻨُﻛ
“ Allah menasehati kamu, agar kamu jangan
mengulang hal seperti itu untuk selama-
lamanya, jika kamu benar-benar
beriman.” (QS. Al-Nuur: 17. Dinukil
dari Kitab Maa Dhahaba Ilaihi al-Imam
Ahmad : 21)
Ketiga: Imam Al Bukhari (wafat tahun
256 H)
Beliau berkata:
ﺎﻣ ﻲﻟﺎﺑﺃ ﺖﻴﻠﺻ ﻒﻠﺧ ﻲﻤﻬﺠﻟﺍ ﻲﻀﻓﺍﺮﻟﺍﻭ ،
ﺖﻴﻠﺻ ﻡﺃ ﺩﻮﻬﻴﻟﺍ ﻒﻠﺧ ﻯﺭﺎﺼﻨﻟﺍﻭ ﻢﻠﺴﻳ ﻻﻭ
ﻻﻭ ﻢﻬﻴﻠﻋ ﻻﻭ ﻥﻭﺩﺎﻌﻳ ﻻﻭ ﻥﻮﺤﻛﺎﻨﻳ ﻥﻭﺪﻬﺸﻳ
ﻞﻛﺆﺗ ﻻﻭ ﻢﻬﺤﺋﺎﺑﺫ
“ Bagi saya sama saja, apakah aku shalat di
belakang seorang Jahmi (beraliran Jahmiyah)
atau seorang Rafidzi (beraliran Syi’ah
Rafidhah), atau aku shalat dibelakang Imam
Yahudi atau Nashrani. Dan (seorang muslim)
tidak boleh memberi salam kepada mereka,
mengunjungi mereka ketika sakit, kawin
dengan mereka, menjadikan mereka sebagai
saksi dan memakan sembelihan
mereka.” (Khalqu Af’al al-Ibad: 125)
Keempat: Abdurrahman bin Mahdi
Imam al-Bukhari berkata: Abdurrahman bin
Mahdi berkata: “Keduanya adalah agama
tersendiri, yakni Jahmiyah dan Rafidhah
(Syi’ah).” (Khalqu Af’al al-Ibad: 125)
Kelima: Al-Faryabi
Al-Khalal meriwayatkan, ia berkata: “Telah
menceritakan kepadaku Harb bin Ismail al-
Kirmani, ia berkata: “Musa bin Harun bin
Zayyad menceritakan kepada kami, ia
berkata: “Saya mendengar al-Faryabi dan
seseorang yang bertanya kepadanya tentang
orang yang mencela Abu Bakar. Jawabnya:
“Dia Kafir.” Lalu ia berkata: “Apakah orang
semacam itu boleh dishalatkan jenazahnya?”
Jawabnya: “Tidak.” Dan aku bertanya pula
kepadanya: “Apa yang dilakukan
terhadapnya, padahal orang itu juga telah
mengucapkan Laa Ilaaha Illallah?” Jawabnya:
“Jangan kamu sentuh (Jenazahnya) dengan
tangan kamu, tetapi kamu angkat dengan
kayu sampai kamu menurunkan ke liang
lahatnya.” (al-Sunnah, milik al-Khalal: 2/566)
Keenam: Ahmad bin Yunus
Kunyahnya adalah Ibnu Abdillah. Ia
dinisbatan kepada datuknya, yaitu salah
seorang Imam (tokoh) As-Sunnah. Beliau
termasuk penduduk Kufah, tempat
tumbuhnya golongan Rafidhah. Beliau
menceritakan perihal Rafidhah dengan
berbagai macam alirannya. Ahmad bin
Hambal telah berkata kepada seseorang:
“Pergilah anda kepada Ahmad bin Yunus,
karena dialah seorang Syeikhul Islam.”
Para ahli Kutubus Sittah telah meriwayatkan
Hadits dari beliau. Abu Hatim berkata:
“Beliau adalah orang kepercayaan lagi kuat
hafalannya”. Al-Nasaai berkata: “Dia adalah
orang kepercayaan.” Ibnu Sa’ad berkata:
“Dia adalah seorang kepercayaan lagi jujur,
seorang Ahli Sunnah wal Jama’ah.” Ibnu
Hajar menjelaskan, bahwa Ibnu Yunus telah
berkata: “Saya pernah datang kepada
Hammad bin Zaid, saya minta kepada beliau
supaya mendiktekan kepadaku sesuatu hal
tentang kelebihan Utsman. Jawabnya: “Anda
ini siapa?” Saya jawab: “Seseorang dari
negeri Kufah.” Lalu ia berkata: “Seorang
Kufah menanyakan tentang kelebihan-
kelebihan Utsman. Demi Allah, aku tidak
akan menyampaikannya kepada Anda, kalau
Anda tidak mau duduk sedangkan aku tetap
berdiri!” Beliau wafat tahun 227 H.
(Tahdzibut Tahdzib, 1:50, Taqribut Tahdzib,
1:29).
Beliau (Ahmad bin
Yunus) rahimahullah berkata,
ﻥﺃ ﻮﻟ ًﺎﻳﺩﻮﻬﻳ ﺢﺑﺫ ﺓﺎﺷ ، ﺢﺑﺫﻭ ﻲﻀﻓﺍﺭ
ﺖﻠﻛﻷ ﺔﺤﻴﺑﺫ ﻱﺩﻮﻬﻴﻟﺍ ، ﻢﻟﻭ ﻞﻛﺁ ﺔﺤﻴﺑﺫ
ﻲﻀﻓﺍﺮﻟﺍ ﺪﺗﺮﻣ ﻪﻧﻷ ﻦﻋ ﻡﻼﺳﻹﺍ
“ Seandainya saja seorang Yahudi
menyembelih seekor kambing dan seorang
Rafidhi (Syi’i) juga menyembelih seekor
kambing, niscaya saya hanya memakan
sembelihan si Yahudi, dan aku tidak mau
makan sembelihan si Rafidhi. Karena dia
telah murtad dari Islam. ” (Al-Sharim al-
Maslul, Ibnu Taimiyah: 57)
Ketujuh: Al-Qadhi Abu Ya’la
Beliau berkata, “Adapun Rafidhah, maka
hukum terhadap mereka . . . sesungguhnya
mengafirkan para sahabat atau
menganggapnya fasik, yang berarti mesti
masuk neraka, maka orang semacam ini
adalah kafir.” (Al Mu’tamad, hal. 267)
. . sesungguhnya mengafirkan para sahabat
atau menganggapnya fasik, yang berarti
mesti masuk neraka, maka orang semacam
ini adalah kafir. . .
Sementara Rafidhah (Syi’ah) sebagaimana
terbukti di dalam pokok-pokok ajaran
mereka adalah orang-orang yang
mengkafirkan sebagian besar Shahabat Nabi.
Silahkan baca kembali tulisan yang telah
kami posthing:
Kitab Syi’ah Melaknat dan Mengafirkan Abu
Bakar, Umar dan ‘Aisyah
Kedelapan: Ibnu Hazam al-Zahiri
Beliau berkata: “Pendapat mereka (Yakni
Nashrani) yang menuduh bahwa golongan
Rafidhah (Syi’ah) merubah Al-Qur’an, maka
sesungguhnya golongan Syi’ah Rafidhah
bukan termasuk bagian kaum muslimin.
Karena golongan ini muncul pertama kalinya
setelah dua puluh lima tahun dari wafatnya
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam .
Syi’ah Rafidhah adalah golongan yang
mengikuti langkah-langkah Yahudi dan
Nashrani dalam melakukan kebohongan dan
kekafiran.” (Al-fashl fi al-Milal wa al-Nihal:
2/213)[ii]
Beliau berkata: “Salah satu pendapat
golongan Syi’ah Imamiyah, baik yang dahulu
maupun sekarang ialah Al-Qur’an itu
sesungguhnya telah diubah.”
Kemudian beliau berkata: “Orang yang
berpendapat, bahwa Al Qur’an ini telah
diubah adalah benar-benar kafir dan men-
dustakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam .(Al Fashl: 5/40)
Beliau berkata: “Tidak ada perbedaan
pendapat di kalangan semua kelompok
umat Islam Ahlus Sunnah, Mu’tazilah,
Murji’ah, Zaidiyah, bahwa adalah wajib
berpegang kepada Al Qur’an yang biasa kita
baca ini ” Dan hanya golongan Syi’ah ekstrim
sajalah yang menyalahi sikap ini. Dengan
sikapnya itu mereka menjadi kafir lagi
musyrik, menurut pendapat semua penganut
Islam. Dan pendapat kita sama sekali tidak
sama dengan mereka (Syi’ah). Pendapat kita
hanyalah sejalan dengan sesama pemeluk
agama kita.” (Al Ihkam Fii Ushuuli Ahkaam:
1/96)
Beliau berkata pula: “Ketahuilah,
sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam tidak pernah menyembunyikan
satu kata pun atau satu huruf pun dari
syariat Ilahi. Saya tidak melihat adanya
keistimewaan pada manusia tertentu, baik
anak perempuannya atau keponakan laki-
lakinya atau istrinya atau shahabatnya, untuk
mengetahui sesuatu syariat yang
disembunyikan oleh Nabi terhadap bangsa
kulit putih, atau bangsa kulit hitam atau
penggembala kambing. Tidak ada sesuatu
pun rahasia, perlambang ataupun kata sandi
di luar apa yang telah disampaikan oleh
Rasulullah kepada umat manusia. Sekiranya
Nabi menyembunyikan sesuatu yang harus
disampaikan kepada manusia, berarti beliau
tidak menjalankan tugasnya. Barang siapa
beranggapan semacam ini, berarti ia kafir.
(Al Fashl, 2:274-275)
Orang yang berkeyakinan semacam ini
dikafirkan oleh Ibnu Hazm. Dan keyakinan
semacam ini dipegang oleh Syi’ah Itsna
Asy’ariyah. Pendapat ini dikuatkan oleh
guru-guru beliau pada masanya dan para
ulama sebelumnya.
Penutup
Dan Masih banyak lagi perkataan-perkataan
para ulama yang sangat tegas terhadap
Syi’ah Rafidhah yang memiliki keyakinan
berbeda dari aqidah kaum muslimin dan
menyimpang dari ketentuan Al-Qur’an dan
Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam .
Rasanya tidak ada habisnya menjelaskan
keyakinan batil golongan syi’ah, baik dari
ulama terdahulu maupun belakangan.
Namun sayang kenapa banyak manusia bisa
disesatkan dan tertarik kepada ajaran yang
sangat jelas kebatilannya. Semoga Allah
melindungi kita dan kaum mukminin secara
keseluruhan dari jerat dan tipu daya
golongan Syi’ah Rafidhah. [PurWD/voa-
islam.com] 2012/01/06
Sumber & Catatan kaki : nahimunkar.com
Judul Asli : Fatwa 8 Ulama yang
Mengkafirkan Syi’ah Rafidhah
_________________________________________________
[i] ﺮﻴﺴﻔﺗ ﺮﻴﺜﻛ ﻦﺑﺍ – ﺝ) 7 / ﺹ 362 )
{ َﻆﻴِﻐَﻴِﻟ ُﻢِﻬِﺑ َﺭﺎَّﻔُﻜْﻟﺍ } .
ﻦﻣﻭ ﺔﻳﻵﺍ ﻩﺬﻫ ﻉﺰﺘﻧﺍ ﻡﺎﻣﻹﺍ ﻚﻟﺎﻣ ﻪﻤﺣﺭ-
ﻲﻓ ،ﻪﻠﻟﺍ ﺔﻳﺍﻭﺭ ﺾﻓﺍﻭﺮﻟﺍ ﺮﻴﻔﻜﺘﺑ-ﻪﻨﻋ
ﻦﻳﺬﻟﺍ ،ﺔﺑﺎﺤﺼﻟﺍ ﻥﻮﻀﻐﺒﻳ :ﻝﺎﻗ ﻢﻬﻧﻷ
،ﻢﻬﻧﻮﻈﻴﻐﻳ ﻦﻣﻭ ﺔﺑﺎﺤﺼﻟﺍ ﻅﺎﻏ ﻮﻬﻓ ﺮﻓﺎﻛ
ﻩﺬﻬﻟ .ﺔﻳﻵﺍ ﻪﻘﻓﺍﻭﻭ ﻦﻣ ﺔﻔﺋﺎﻃ ﺀﺎﻤﻠﻌﻟﺍ
ﻰﻠﻋ .ﻚﻟﺫ ﻲﻓ ﺚﻳﺩﺎﺣﻷﺍﻭ ﺔﺑﺎﺤﺼﻟﺍ ﻞﺋﺎﻀﻓ
ﻲﻬﻨﻟﺍﻭ ﺽﺮﻌﺘﻟﺍ ﻦﻋ ﺓﺀﺎﺴﻤﺑ ﻢﻬﻟ ﺓﺮﻴﺜﻛ ،
ﺀﺎﻨﺛ ﻢﻬﻴﻔﻜﻳﻭ ﻪﻠﻟﺍ ،ﻢﻬﻴﻠﻋ ﻢﻬﻨﻋ ﻩﺎﺿﺭﻭ .
[ii] ﻞﺼﻔﻟﺍ ﻲﻓ ﻞﻠﻤﻟﺍ – ﺝ) 2 / ﺹ 65 )
ﺎﻣﺃﻭ ﻢﻬﻟﻮﻗ ﻯﻮﻋﺩ ﻲﻓ ﺾﻓﺍﻭﺮﻟﺍ ﻞﻳﺪﺒﺗ
ﺕﺍﺀﺍﺮﻘﻟﺍ ﺾﻓﺍﻭﺮﻟﺍ ﻥﺈﻓ ﺍﻮﺴﻴﻟ ﻦﻣ
ﻦﻴﻤﻠﺴﻤﻟﺍ ﻲﻫ ﺎﻤﻧﺇ ﻕﺮﻓ ﺙﺪﺣ ﺎﻬﻟﻭﺃ ﺪﻌﺑ
ﺕﻮﻣ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻭ ﺲﻤﺨﺑ ﻢﻠﺳ
ﻦﻳﺮﺸﻋﻭ ﺔﻨﺳ ﻥﺎﻛﻭ ﺎﻫﺅﺪﺒﻣ ﺔﺑﺎﺟﺇ ﻪﻟﺬﺧ ﻦﻣ
ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻟﺎﻌﺗ ﻦﻣ ﺓﻮﻋﺪﻟ ﺩﺎﻛ ﻡﻼﺳﻹﺍ ﻲﻫﻭ
ﻱﺮﺠﺗ ﺔﻔﺋﺎﻃ ﻯﺮﺠﻣ ﺩﻮﻬﻴﻟﺍ ﻲﻓ ﻯﺭﺎﺼﻨﻟﺍﻭ
ﺏﺬﻜﻟﺍ ﺮﻔﻜﻟﺍﻭ ﻲﻫﻭ ﻒﺋﺍﻮﻃ ﺍﻮﻠﻏ ﻢﻫﺪﺷﺃ
ﻥﻮﻟﻮﻘﻳ ﺔﻴﻬﻟﺎﺑ ﻲﻠﻋ ﻦﺑ ﺐﻟﺎﻃ ﻲﺑﺃ
ﺔﻴﻬﻟﻵﺍﻭ ﺔﻋﺎﻤﺟ ﻪﻌﻣ ﻢﻬﻠﻗﺃﻭ ﻥﻮﻟﻮﻘﻳ ﺍﻮﻠﻏ
ﻥﺃ ﺲﻤﺸﻟﺍ ﺕﺩﺭ ﻰﻠﻋ ﻦﺑ ﻲﻠﻋ ﻲﺑﺃ ﺐﻟﺎﻃ
ﻡﻮﻘﻓ ﻦﻴﺗﺮﻣ ﺍﺬﻫ ﻲﻓ ﻢﻬﺒﺗﺍﺮﻣ ﻞﻗﺃ ﺏﺬﻜﻟﺍ
ﻢﻬﻨﻣ ﻊﻨﺸﺘﺴﻳﺃ ﺏﺬﻛ ﻪﺑ ﻥﻮﺗﺄﻳ ﻞﻛﻭ ﻦﻣ
ﻦﻋ ﻩﺮﺟﺰﻳ ﺏﺬﻜﻟﺍ ﻭﺃ ﺔﻧﺎﻳﺩ ﺔﻫﺍﺰﻧ ﺲﻔﻧ
ﻥﺃ ﻪﻨﻜﻣﺃ ﺎﻣ ﺏﺬﻜﻳ ﺀﺎﺷ ﻯﻮﻋﺩ ﻞﻛﻭ ﻼﺑ
ﺲﻴﻠﻓ ﻥﺎﻫﺮﺑ ﻝﺪﺘﺴﻳ ﺎﻬﺑ ﺀﺍﻮﺳ ﻞﻗﺎﻋ ﺖﻧﺎﻛ
ﻭﺃ ﻪﻟ ﻦﺤﻧﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻥﺃ ﺀﺎﺷ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻟﺎﻌﺗ
ﻲﺗﺄﻧ ﻥﺎﻫﺮﺒﻟﺎﺑ ﺢﺿﺍﻮﻟﺍ ﺏﺬﻜﻟ ﺢﺿﺎﻔﻟﺍ
ﻩﻮﻠﻌﺘﻓﺍ ﺎﻤﻴﻓ ﺾﻓﺍﻭﺮﻟﺍ ﻦﻣ ﻚﻟﺫ